ABSTRAK
Peneliti melihat perbedaan cara penerjemah menerjemahkan puisi dengan terjemahan teks lainnya. Untuk menerjemah puisi harus tetap mempertahanan makna dan struktuk gaya penulisannya yang penuh unsur estetika dan bahasa kiasan. Begitu pun dengan meneliti terjemahan puisi, maka teori yang cocok adalah metode penerjemahan puisi yang terdapat dalam buku “Translation Studies” karya Bassnett (2002: 87) untuk meneliti keseluruhan terjemahan puisinya. Hal tersebut mendorong penulis untuk meneliti lebih lanjut terkait penerjamahan puisi yang diterapkan penerjemah.
Objek penelitian yang digunakan adalah 10 judul puisi yang terdapat pada Diwan Asyhadu An La? Imra‘Atan Illa Anti karya Nizar Qabbani. Teori yang digunakan selain metode penerjemahan puisi (Bassnett, 2002: 87) adalah teknik penerjemahan (Molina & Albir, 2002: 509-511). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Disebabkan analisis data ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu, mengumpulkan data penting serta mengelompokkan data dengan membuat kesimpulan. Sedangkan dalam penyajian datanya berupa data numerik yang berbentuk tabel dan diagram yang merupakan hasil dari pengumpulan data yng ditemukan.
Hasil penelitian ini menunjukkan 280 data terdapat teknik penerjemahan yang digunakan lebih banyak berorientasi pada BSa, maka metode penerjemahan puisi lebih cenderung pada metode penerjemahan interpretasi dengan 54 data atau sebesar 58.7% sedangkan metode penerjemahan puisi yang lebih menekankan bentuk fisik puisi sebanyak 38 (47.3%). Selain itu juga telah ditemukan tujuh belas teknik penerjemahan lebih banyak menggunakan teknik penerjemahan yang berorientasi pada BSa yaitu sebanyak 234 (83.6%), sedangkan teknik penerjemahan yang berorientasi pada BSu sebanyak 46 (16.4%).