Laju pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahun semakin meningkat, begitu pula dengan tingkat konsumsi yang juga terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, namun dalam hal lain tingkat produksi beras Indonesai dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi produksi, hal tersebut dapat menyebabkan harga beras di Indonesia mengalami fluktuasi. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dengan model pendekatan secara kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh produksi beras, luas lahan panen, produktivitas padi dan konsumsi beras terhadap harga beras. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Produksi Beras, Luas Lahan Panen, Produktivitas Padi berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap harga beras di Indonesia pada tahun 2017-2021. Koefisien determinasi pada penelitian menunjukkan angk 43.68?ri variabel harga beras dapat dijelaskan oleh variabel impor beras, produksi beras, luas lahan panen, produktivitas padi dan konsumsi beras. Sedangkan 56.32?pat dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Saran dari penelitian ini pemerintah diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap kebijakan beras nasioanal, yaitu meningkatkan produksi beras jauh melebihi kebutuhan konsumsi untuk menjamin ketahanan pangan akan beras dan ketersedian stok beras pangan di Indonesia. Kemudian pemerintah harus mengkaji kebijakan tentang pengalih fungsian luas lahan pertanian ke non-pertanian yang menyebabkan lahan pertanian semakin berkurang, hal ini perlu dikaji lebih dalam guna untuk mewujudkan swasembada pangan bagi negara Indonesia.