;

Abstrak


Implikasi Perjanjian Pembiayaan Jaminan Fidusia di Bawah Tangan Berdasarkan Undang-Undang Jaminan Fidusia (Studi di KSPPS BMT Ahmad Dahlan Delanggu Klaten)


Oleh :
Zaenab Al Mubarokah - S352008045 - Sekolah Pascasarjana

Zaenab Al Mubarokah, NIM S352008045, IMPLIKASI PERJANJIAN PEMBIAYAAN JAMINAN FIDUSIA DI BAWAH TANGAN BERDASARKAN UNDANG–UNDANG JAMINAN FIDUSIA (STUDI DI KSPPS BMT AHMAD DAHLAN DELANGGU KLATEN), Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2022. Tujuan penelitian yang dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis alasan perjanjian pembiayaan jaminan fidusia di KSPPS BMT Ahmad Dahlan Delanggu Klaten dilakukan di bawah tangan, menganalisis implikasi perjanjian pembiayaan jaminan fidusia di bawah tangan bagi kreditur dan debitur di KSPPS BMT Ahmad Dahlan Delanggu Klaten dan menganalisis penyelesaian sengketa apabila debitur wanprestasi dalam perjanjian pembiayaan jaminan fidusia di bawah tangan di KSPPS BMT Ahmad Dahlan Delanggu Klaten. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Penelitian hukum empiris merupakan penelitian yang dilakukan berfokus pada fakta sosial. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan socio legal. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan studi lapangan dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa perjanjian pembiayaan dilakukan di bawah tangan dengan alasan menghemat biaya tambahan dalam hal pembuatan perjanjian pembiayaan secara notariil dan biaya pendaftaran jaminan fidusia yang tidak sepadan dengan nilai pembiayaan yang diajukan. Perjanjian pembiayaan tidak memenuhi syarat objektif sehingga batal demi hukum. Implikasi bagi kreditur yaitu tidak dapat dilaksanakannya eksekutorial title, bagi debitur dapat lebih meringankan debitur dalam penyelesaian pembiayaan tanpa adanya tambahan biaya pembuatan perjanjian pembiayaan secara notariil dan biaya pendaftaran jaminan fidusia yang tidak sebanding dengan besaran pembiayaan yang diajukan. Penyelesaian sengketa apabila debitur melakukan wanprestasi dapat dilakukan dengan eksekusi jaminan melalui gugatan pengadilan atau dapat juga dilakukan reschedule pembiayaan.