Latar Belakang: Kadar gula darah merupakan salah satu kriteria diagnosis untuk sindrom metabolik. Biji kurma (Phoenix dactylifera) memiliki kandungan flavonoid dan fenolik tinggi, yang meningkatkan aktivitas antioksidan, yang melindungi sel beta pankreas, mengurangi komplikasi terkait diabetes, dan mengembalikan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kopi biji kurma terhadap kadar gula darah pada tikus Wistar model sindrom metabolik.
Metode: Penelitian eksperimental pretest-posttest control group design dengan sampel 30 ekor tikus Wistar jantan usia 8-10 minggu, berat 100-200 gram, dibagi menjadi 5 kelompok. KI kontrol normal diberi pakan biasa, KII kontrol sindrom metabolik diberi pakan HFFD dan aloksan, KIII-KV diberi pakan HFFD, aloksan, dan kopi biji kurma (0,36 ml, 1,08 ml, dan 1,80 ml). HFFD diberikan pada hari 8- 28, injeksi aloksan pada hari ke-29. Kopi biji kurma diberikan setiap hari pada hari 33-60. Pengambilan sampel darah setelah tikus dipuasakan 8 jam pada hari ke-32 dan 61 menggunakan glukometer dan strip glukosa. Data dianalisis dengan one-way ANOVA dan paired T-test.
Hasil: One-way ANOVA signifikan dengan p=0.000 (p<0>Post hoc Tukey signifikan antara KII dan KIII-KV dengan p=0.000 (p<0>Paired T-test signifikan pada KIII dengan p=0.001, KIV dengan p=0.000, dan KV dengan p=0.000 (p<0>
Simpulan: Pemberian kopi biji kurma dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus Wistar sindrom metabolik.