Abstrak


Uji kualitas air tanah di sekitar tempat penampungan akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo Surakarta


Oleh :
Fitriyah - M0401027 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Tempat Penampungan Akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo saat ini mempunyai input sampah yang mencapai 250 ton per hari. Tumpukan sampah yang mengalami dekomposisi akan menghasilkan cairan berbahaya yang disebut lindi (leachate). Lindi akan merembes masuk ke dalam lapisan tanah. Hal itu akan mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya yang saat ini masih dikonsumsi oleh sebagian masyarakat di sekitar TPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah di sekitar TPA Putri Cempo Mojosongo Surakarta ditinjau dari aspek fisika, kimia, dan biologi. Penelitian ini dilakukan di desa Jatirejo, Sulurejo, dan Jengglong. Pengujian dilaksanakan di sub laboratorium Kimia dan Biologi, laboratorium pusat Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Mei 2008-April 2009. Sampel penelitian diambil dari 15 sumur yang berjarak 50, 100, dan 200 m dari TPA. Data diperoleh dengan menggunakan teknik pengujian organoleptik, turbidimetri, gravimetri, spektrofotometri atom serapan (FAAS), spektrofotometri, dan metode perkiraan terdekat (MPN) yang selanjutnya dibandingkan dengan standar baku mutu air kelas satu menurut PPRI No 82 tahun 2001. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73,33% sumur di sekitar TPA Putri Cempo Mojosongo yang berjarak 0-200 m dari TPA mengandung oksigen terlarut (DO) 1,57-5,4 mg/L dan 66,67% memiliki kandungan nitrat (NO3) 1,218-9,558 mg/L. Semua sumur telah mengandung kadar Pb (1,613-1,963 mg/L) dan total coliform (140-2400 per 100 mL) yang melebihi ambang batas. Hal tersebut menunjukkan bahwa air tanah di sekitar TPA Putri Cempo Mojosongo Surakarta telah tercemar dan tidak layak konsumsi berdasarkan standar baku mutu air kelas satu. Uji ANOVA menunjukkan bahwa tingkat pencemaran yang terjadi tidak terpengaruh oleh jarak dari TPA. Kata kunci : TPA Putri Cempo, sampah, leachate, kualitas air tanah, PPRI No 82 tahun 2001.