Abstrak


Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Jeruklegi Dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum Dari Perspektif Gender


Oleh :
Afiq Nur Azizah - K1318002 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan numerasi antara siswa laki-laki dan perempuan kelas VIII SMP Negeri 1 Jeruklegi dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM); (2) untuk mengetahui aspek-aspek apa saja dalam proses pembelajaran matematika yang berpengaruh terhadap kemampuan numerasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeruklegi dalam menyelesaikan soal AKM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII A, VIII C, VIII G, dan guru mata pelajaran matematika SMP Negeri 1 Jeruklegi. Pengambilan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode yaitu menggunakan data tes tertulis dan wawancara siswa untuk mengklarifikasi jawaban tersebut, serta menggunakan triangulasi sumber yaitu membandingkan data hasil wawancara siswa dan guru untuk mengetahui aspek-aspek dalam pembelajaran matematika yang berpengaruh pada kemampuan numerasi siswa. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) siswa dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan memiliki hasil rata-rata tes kemampuan numerasi yang tidak jauh berbeda yaitu kurang dari 50, serta tidak adanya perbedaan nilai yang cukup jauh pada setiap konteks soal AKM meliputi personal, sosial-budaya, dan saintifik. Namun, siswa laki-laki lebih unggul dalam menyelesaikan permasalahan dengan subdomain geometri dibandingkan siswa perempuan. Kemudian dilihat dari indikator kemampuan numerasi antara siswa laki-laki dan perempuan juga tidak jauh berbeda yaitu mampu menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk dan mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol terkait matematika untuk memecahkan permasalahan di berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari. Namun, subjek laki-laki kurang teliti dalam menggunakan pengetahuan dasar matematika berupa operasi hitung bilangan desimal dan kurang lengkap dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaian dari permasalahan yang ada, sedangkan subjek perempuan kurang mampu dalam menggunakan konsep bilangan terkait urutan bilangan desimal serta strategi dan operasi yang berkaitan dengan subdomain pengukuran yaitu konversi satuan matematika; (2) aspek-aspek dalam pembelajaran matematika yang berpengaruh terhadap kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan soal AKM yaitu: (a) penggunakan model pembelajaran matematika di kelas; (b) pemberian latihan soal oleh guru terkait kemampuan numerasi atau soal AKM; (c) penggunaan sumber belajar yang mencakup kemampuan numerasi; (d) penggunaan media pembelajaran interaktif saat di kelas.