Abstrak


Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Naa dan Air Kelapa dalam Kultur Jaringan Bawang Putih (Allium sativum L.)


Oleh :
Linda Sholikhatul Mahmudah - H0717080 - Fak. Pertanian

Bawang putih merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki nilai komersil tinggi. Data produksi bawang putih di Indonesia masih tergolong rendah yaitu menurut BPS 2020 81.805 ton berbanding terbalik dengan kebutuhan bawnag putih pada tahun 2020 menurut kementan yaitu 560.000 ton. Melihat hal tersebut, maka perlu dilakukan perbanyakan bibit agar meningkatkan produksi bawang putih dan mengatasi kelangkaan bibit bawang putih di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah bibit bawang  putih  yaitu  menggunakan teknik kultur jaringan. Faktor yang  mempengaruhi  keberhasilan kultur jaringan salah satunya yaitu ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) yang terdapat dalam media kultur. Zat pengatur tumbuh yang penting untuk pertumbuhan eksplan bawang putih yaitu dari golongan auksin dan sitokinin.
Penelitian dilaksanakan pada Bulan September 2020 – Maret 2021. Lokasi penelitian di Laboratorium Bioteknologi dan Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm, dan 1.5 ppm. Faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa 0%, 10 ?n 20%. Data hasil penelitian dianalisis keragamannya menggunakan uji F pada taraf 5%. Apabila terdapat hasil beda nyata antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji DMRT pada taraf 5%. Pengamatan peubah yang diamati yaitu waktu muncul tunas, waktu muncul akar, jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun, tinggi tunas, panjang akar, dan jumlah planlet.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air kelapa 20% tanpa penambahan NAA dalam 1 umbi dapat menghasilkan 3,33 planlet dan hasil multiplikasi eksplan dalam 1 umbi mampu menghasilkan jumlah tunas sebanyak 15,33 tunas. Pemberian air kelapa dengan konsentrasi 10?n 20% mampu meningkatkan jumlah daun, tinggi tunas, dan jumlah planlet. Konsentrasi NAA 0,5 ppm mampu mempercepat waktu muncul akar pada eksplan bawang putih. Interaksi NAA dan air kelapa serta faktor tunggal NAA dan air kelapa tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah akar, dan panjang akar.