Abstrak


Internalisasi Nilai-Nilai Luhur Ajaran Ki Hadjar Dewantara Sebagai Upaya pembentukan Civic Disposition Peserta Didik (Studi di SMK TKM Teknik Purworejo)


Oleh :
Resti Sukma Nastiti - K6418060 - Fak. KIP

Resti Sukma Nastiti. K6418060. INTERNALISASI NILAI-NILAI LUHUR AJARAN KI HADJAR DEWANTARA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN CIVIC DISPOSITION PESERTA DIDIK (STUDI DI SMK TKM TEKNIK PURWOREJO). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Desember 2022.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Internalisasi nilai-nilai luhur ajaran Ki Hadjar Dewantara sebagai upaya pembentukan civic disposition peserta didik di SMK TKM Teknik Purworejo, 2) Menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat internalisasi nilai-nilai luhur ajaran Ki Hadjar Dewantara di SMK TKM Teknik Purworejo. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil data yang diperoleh menggunakan pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan kepala sekolah, 2 guru PPKn, dan 14 peserta didik kelas XI SMK TKM Teknik Purworejo. Dalam memperoleh validitas data dilakukan triangulasi data antara lain triangulasi sumber dan metode. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian: 1) implementasi internalisasi nilai-nilai luhur ajaran Ki Hadjar Dewantara terintegrasi pada mata pelajaran PPKn, program sekolah, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakulikuler khususnya pramuka Saka Wirakartika yang dibina oleh TNI kodim 0708. Nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara dalam membentuk civic disposition tercermin pada pelaksanaan guru menerapkan sistem among dengan trilogi kepemimpinan, penerapan swa-disiplin penerapan peraturan sekolah sebagai bentuk pembiasaan, serta peran serta pelaksanaan Tri pusat merupakan tanggung jawab dari sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk lingkungan yang mendukung dalam pengembangan karakter peserta didik melalui komunikasi yang intens. 2) Faktor pendukung internal: penerapan Trilogi Kepemimpinan, faktor pendukung eksternal: a) sekolah Tamansiswa sebagai penunjang pemahaman terhadap nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara, b) berbagai program kegiatan dilaksanakan di sekolah, c) pembiasaan rutin sekolah, d) kerjasama dengan instansi dalam pembinaan, e) peran masyarakat sekitar sekolah. Sedangkan faktor penghambat internal: a) perbedaan presepsi nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara, b) kemandirian peserta didik kurang dalam belajar, faktor penghambat eksternal: a) kondisi perpustakaan, b) penempatan tagline dalam lingkungan sekolah khususnya ruang kelas tidak ada, c) penyusunan RPP masih bersifat umum,  d) pengaruh negatif IPTEK, e) kesibukan orang tua. Relevan antara penelitian dengan pembentukan civic disposition melalui budaya sekolah.