Abstrak


Penentuan Interval Perawatan Preventif Komponen Kritis pada Lini Produksi Dyeing and Finishing dengan Metode RCM II (Studi Kasus: PT. Sari Warna Asli Unit 1)


Oleh :
Nino Rahadian - I0314074 - Fak. Teknik

Pertumbuhan dan perkembangan industri di Indonesia meningkat dengan cepat, maka setiap pelaku industri dituntut dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumen akan produknya. PT.Sari Warna Asli Unit 1 adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil. Lebih spesifiknya pada dyeing, finishing, dan printing. Produksi pada lini 2 dyeing dan finishing masih belum mencapai target  yang ditentukan setiap bulannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah sering terjadinya downtime mesin. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan perbaikan strategi maintenance dengan menentukan interval waktu perawatan preventif maintenance dengan memasukkan metode FBD dan FMEA pada RCM II. Sebelum menentukan interval waktu, penentuan mesin kritis dilakukan dengan metode pareto pada mesin di lini 2. Kemudian dilakukan analisis FBD, FMEA, dan RCM Decision worksheet pada mesin kritis, sehingga komponen kritis dapat ditentukan. Terdapat 15 komponen kritis yang menggunakan jenis perawatan scheduled discard task dan scheduled restoration task. Untuk menentukan interval waktu perawatan dilakukan dengan menggunakan metode penilitian dari Guo dengan mempertimbangkan biaya  yang timbul untuk perawatan. Dari perhitungan didapatkan usulan interval waktu maintenance optimal pada komponen kritis.

Kata  Kunci:  Decision  Worksheet,  FBD,  FMEA,  Interval  Perawatan,  Preventif Maintenance, RCM II