Abstrak


Pemanfaatan Serat Jerami Padi dan Gulma Jawan sebagai Bahan Pembuatan Biodegradable Foam


Oleh :
Amelia Rahma Dhani Mandala - I0318011 - Fak. Teknik

Styrofoam berbahan polistirena foam merupakan jenis kemasan makanan plastik yang sering digunakan. Mengutip dari BBC News Indonesia tahun 2020, mayoritas dari 59% sampah plastik yang mengalir ke Teluk Jakarta adalah styrofoam kemasan makanan dan kardus alat elektronik. Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan permasalahan kesehatan. Komposit serat jerami padi dan gulma jawan diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik terhadap uji fisik dan mekanik dari komposit serat alam berpenguat tepung ketan. Limbah jerami padi dan gulma jawan yang belum dimanfaatkan secara maksimal memiliki potensi sebagai filler pada komposit kemasan makanan karena memiliki tipe serat hybrid, memiliki kandungan selulosa yang dapat meningkatkan kekuatan, densitas dan sifat biodegradable komposit serta ketersediaan di alam yang melimpah. Faktor perlakuan yang digunakan adalah komposisi serat jerami padi dengan gulma jawan, ukuran mesh dan waktu perendaman serat dengan NaOH. Komposit dibuat dengan metode thermopressing dimana adonan dipanaskan dan ditekan secara bersamaan kemudian dikeringkan menggunakan oven. Pengujian dilakukan meliputi uji tarik, uji biodegradasi, uji densitas dan uji SEM untuk mendapatkan nilai tegangan, regangan, massa terdegradasi, densitas dan morfologi komposit. Pengujian kekuatan tarik komposit dilakukan sesuai standar ASTM D638, pengujian biodegradasi sesuai standar ASTM G160, serta pengujian densitas. Perhitungan menggunakan metode full factorial guna menentukan nilai signifikansi masing-masing faktor menggunakan ANOVA. Hasil penelitian komposit serat jerami padi dan gulma jawan didapatkan tegangan tarik tertinggi 0,49 MPa, regangan (3,5 ± 0,008)%, densitas 0,896 ± 0,13 g/cm3 dan massa terdegradasi sebesar 49,51% selama 30 hari sebagai faktor perlakuan terbaik dalam pembuatan biodegradable foam.