;
Jalan hijau adalah sebuah pekerjaan yang berkelanjutan dengan tujuan terciptanya konstruksi jalan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan konstruksi yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta dengan biaya rendah. Saat ini pengelola jalan Indonesia dan peneliti jalan jalan Indonesia telah mulai mengembangkan penilaian jalan hijau yaitu upaya melakukan pekerjaan yang berkelanjutan dengan tujuan menciptakan dengan tujuan menciptakan konstruksi jalan yang ramah lingkungan efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya serta biaya rendah dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemakaian dan pemeliharaannya. Penelitian ini dilakukan untuk memasukkan aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan faktor-faktor dan kriteria jalan hijau yang dimaksud. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor- faktor yang menunjang terwujudnya jalan hijau dari aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan serta enganalisis bobot prioritas faktor tersebut. Metode yang digunakan Pada riset ini adalah metode Delphi dan AHP (Analytical Hierarchy Process) studi kasus yang diambil adalah jalan Kabupaten Sragen. Pelaksanaan metode Delphi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara sekuensial kepada para ahli / seseorang yang banyak dianggap sebagai sumber memiliki kompetensi untuk menilai dan memutuskan sesuatu dengan benar sesuai pedoman yang berlaku data yang bersifat kualitatif untuk kemudian dilakukan proses pembobotan dengan pendekatan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk melakukan proses pengambilan keputusan yaitu memilih prioritas faktor- faktor yang mempengaruhi terwujudnya jalan hijau. Pada penyebaran kuesioner yang berjumlah sebanyak 30 orang untuk metode Delphi dan 8 orang untuk metode AHP menghasilkan 33 faktor yang disetujui dari total 41 faktor awal yang diajukan. Faktor-faktor tersebut dapat dapat dijadikan pengelola jalan di kabupaten Sragen untuk mencapai jalan hijau berdasarkan aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek lingkungan