;

Abstrak


Efektivitas Terapi Albumin Ekstrak Ikan Toman Dibanding Albumin Intravena Terhadap Peningkatan Kadar Albumin pada Penderita Hipoalbuminemia


Oleh :
Ornella Widyapuspita - S981802006 - Sekolah Pascasarjana

Latar Belakang: Hipoalbuminemia merupakan kadar albumin plasma kurang dari 3,5 g/dL. Terdapat beberapa metode koreksi hipoalbuminemia secara medikamentosa (parenteral dan suplementasi albumin oral) dan non medikamentosa (suplementasi nutrisi harian). Pemberian suplemen peroral albumin yang dikenal adalah ekstrak ikan gabus (Channa striata) karena dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi. Ikan Toman (Channa micropeltes) merupakan salah satu jenis ikan yang diduga memiliki protein yang lebih tinggi dari ikan gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah albumin partikel nano dari ekstrak ikan toman dapat meningkatkan kadar albumin sama efektifnya dengan sediaan intravena pada penderita hipoalbuminemia.
Metode: Penelitian menggunakan uji klinis acak tersamar tunggal pada 44 pasien yang menjalani perawatan intensif dengan hipoalbuminemia (Kadar serum albumin darah <3>Hasil: Penelitian menunjukan hasil bahwa Pada hari pertama (T2) perlakuan, rerata albumin pada K1 sebesar 3,21±0,27 g/dL, pada K2 sebesar 2,53±0,19 g/dL, pada K3 sebesar 2,61±0,12 g/dL, dan pada K4 sebesar 2,5±0,21 g/dL. Pada uji post-hoc berbeda signifikan (p<0>Kesimpulan: Pemberian Albumin Ekstrak Ikan Toman dengan dosis besar selama 3 hari memberikan hasil peningkatan albumin bertahap dengan selisih peningkatan disbanding albumin intravena secara deskriptif hampir sama namun secara statistik berbeda signifikan dan albumin intravena tetap lebih superior.

Kata Kunci: Hipoalbumin, Albumin Oral, teknologi freeze dry, Ikan Toman (Channa micropeltes)