Pendahuluan: Thalassemia merupakan kelainan genetik berupa ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hemoglobin sehingga usia eritrosit menjadi lebih pendek dan rentan mengalami destruksi. Kondisi ini mengharuskan pasien bergantung pada transfusi darah berulang selama hidupnya. Kualitas hidup pasien thalassemia anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat pendidikan orang tua. Penelitian-penelitian sebelumnya belum ada yang membahas mengenai topik serupa di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap kualitas hidup pasien thalassemia anak di RSUD Dr. Moewardi.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua dan pasien thalassemia anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 67 orang. Penilaian menggunakan kuesioner PedsQL 4.0 versi Bahasa Indonesia. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman.
Hasil: Pada 67 responden, hasil uji korelasi Rank Spearman antara tingkat pendidikan orang tua terhadap kualitas hidup pasien thalassemia anak menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat variabel yang berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien thalassemia anak dengan nilai p > 0,05.
Simpulan: Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap kualitas hidup pasien thalassemia anak di RSUD Dr. Moewardi.