Abstrak


Pengaruh minyak jintan hitam (Nigella sativa) terhadap kerusakan histologis ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi parasetamol


Oleh :
Toumi Shiddiqi - G0005196 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Penggunaan parasetamol sebagai obat analgetik antipiretik dewasa ini semakin meningkat. Parasetamol yang digunakan dengan dosis berlebih dapat menyebabkan efek nefrotoksik. Minyak jintan hitam (Nigella sativa) mengandung thymoquinone yang memiliki efek proteksi terhadap mekanisme toksisitas ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minyak jintan hitam (Nigella sativa) terhadap kerusakan histologis ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi parasetamol. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design. Sampel berupa mencit (Mus musculus) jantan, galur Swiss webster berumur 6-8 minggu dengan berat badan + 20 g. Sampel sebanyak 30 ekor dibagi dalam 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor mencit. Kelompok kontrol, mencit diberi aquades 2 kali peroral perhari selama 7 hari. Kelompok perlakuan 1, mencit diberi parasetamol dan aquades peroral perhari selama 3 hari. Hari ke-4 hingga ke-7, mencit diberi perlakuan seperti kelompok kontrol. Kelompok perlakuan 2, mencit diberi parasetamol dan minyak jintan hitam peroral perhari selama 3 hari. Hari ke-4 hingga ke-7, mencit diberi aquades dan minyak jintan hitam peroral perhari. Hari ke-8, mencit dikorbankan dengan cara neck dislocation kemudian ginjal kanan dan ginjal kiri mencit dibuat preparat dengan metode blok parafin dengan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Gambaran histologis ginjal diamati dan dinilai berdasarkan kerusakan histologis yang berupa inti piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Inti piknosis diberi skor 1, inti karioreksis diberi skor 2, dan inti kariolisis diberi skor 3. Rata-rata skor kerusakan histologis antar kelompok kemudian diperbandingkan secara statistik. Data dianalisa secara statistik dengan uji One-Way ANOVA (α = 0,05) dilanjutkan dengan uji Post Hoc Multiple Comparisons (LSD) (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 1 (p<0,05), kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 2 (p<0,05), serta kelompok 1 dan kelompok perlakuan 2 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah minyak jintan hitam (Nigella sativa) dapat mengurangi kerusakan histologis ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi parasetamol meskipun tidak dapat mencapai derajat normal. Kata kunci: minyak jintan hitam, parasetamol, kerusakan histologis ginjal.