Abstrak


POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DAN SISTEM KERJA FLEXIBLE WORKING ARANGEMENT


Oleh :
Annas Rafli Haya - D0218009 - Fak. ISIP

Annas Rafli Haya. D0218009. 2023. “Pola Komunikasi Organisasi dan Sistem Kerja Flexible Working Arangement (Studi Kasus Pola Komunikasi Organisasi dengan Penerapan Sistem Kerja Flexible Working Arrangement di PT. Pameo Solusi Indonesia Yogyakarta Pada Tahun 2022)”. Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tren penggunaan sistem kerja Flexible Working Arrangements mengalami peningkatan seiring berkembangnya waktu. Tren ini semakin meningkat saat terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Indonesia sendiri melalui Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat agar dapat meminimalisir kegiatan diluar rumah termasuk bekerja. Maka dimulailah peningkatan tren bekerja dirumah di Indonesia. Namun terdapat salah satu perusahaan di Indonesia yaitu PT. Pameo Solusi Indonesia yang sudah menggunakan sistem kerja flexible working arrangements dari tahun 2015 sebelum adanya tren bekerja dari rumah. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui bagaimanakah pola komunikasi organisasi yang dilakukan di PT. Pameo Solusi Indonesia dengan penerapan sistem kerja flexible working arrangements.

Untuk memperoleh tujuan, peneliti menggunakan teori pola komunikasi menerut Robbins dan komunikasi organisasi menurut Zelko dan Dance. Robbins sendiri membagi pola komunikasi menjadi 5 model, yaitu : lingkaran, rantai, model y, roda dan segala arah. Semantara komunikasi organisasi menurut Zelko dan Dance mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Narasumber dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang didapatkan 9 narasumber dengan latar jabatan yang berbeda-beda. Dokumentasi berupa temuan dokumen seperti foto kegiatan dan communication guidelines.

Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah pada komunikasi internal, komunikasi ke atas berisikan pesan mengenai pemberian feedback, penyampaian masalah dan pelaporan dari karyawan kepada pimpinan terkait. Pada komunikasi ke bawah berisikan pasan berupa pemberian interuksi tugas dan pengarahan kepada bawahan. Sedangkan pada komunikasi horizontal berisikan pesan mengenai koordinasi antar karyawan. Pada komunikasi eksternal sendiri berlangsung dengan pihak-pihak diluar perusahaan. Pesan yang disampaikan mengenai koordinasi pekerjaan, pelaporan, diskusi, gathering dan berbagi informasi. Peneliti juga menemukan beberapa faktor pendukung dan hambatan yang terjadi selama proses penyampaian pesan beserta bagaimana cara mengatasi hambatan di PT. Pameo Solusi Indonesia.