Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan berbicara berusia 6 tahun di desa Jajar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ialah dua anak berusia 6 tahun yang mengalami keterlambatan berbicara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi metode.
Simpulan hasil penelitian ini menunjukan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan berbicara pada usia 6 tahun ditemui adanya hambatan, yaitu pada perkembangan bahasa, perkembangan emosional, perkembangan motorik halus, dan perkembangan seni. Pada perkembangan bahasa anak masih sulit untuk berbicara dengan struktur kalimat lengkap (S-P-O-K), dan belum dapat menyampaikan pendapat dan perasaannya. Perkembangan emosional anak masih terdapat hambatan pada kemampuan mengenal dan mengontrol emosinya secara wajar, anak juga belum dapat menyelesaikan masalah dengan cara diterima sosial. Pada perkembangan motorik halus anak belum mampu untuk menulis, menggunting. Pada perkembangan seni, anak masih memiliki hambatan dalam bernyanyi dengan sikap yang benar, menggambar, dan mewarnai sesuai gagasan.