Abstrak


POLA KOMUNIKASI PEMBIMBING DENGAN PENERIMA MANFAAT DALAM MELATIH KEMANDIRIAN


Oleh :
Avifah Setiyani - D0218014 - Fak. ISIP

Rendahnya tingkat pendidikan dan pekerjaan penyandang disabilitas di Indonesia menjadi alasan dilakukannya penelitian ini, yang menunjukkan bahwa pendidikan bagi kelompok penyandang disabilitas ini perlu mendapat perhatian serius karena berkorelasi dengan tingkat penerimaan pekerjaan dan untuk pengembangan kemandirian dalam mendapatkan keterampilan demi kelangsungan hidup para penyandang disabilitas.  Dalam pendidikan, melatih kemandirian perlu adanya komunikasi antara pembimbing dengan para penyandang disabiltas, komunikasi antara pembimbing dan penyandang disabilitas dapat membantu proses melatih kemandirian dalam mendapatkan pekerjaan, interaksi ini yang nantinya akan membentuk suatu pola komunikasi, maka penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pola komunikasi yang dilakukan pembimbing dengan penyandang disabilitas tuna netra pada saat melatih kemandirian dan bagaimana hambatan yang dihadapi saat melakukan komunikasi tersebut.

Penelitian ini menggunakan Teori Interaksi Simbolik yang menjelaskan bagaimana cara para pembimbing dengan penerima manfaat menciptakan simbol, menukar, dan memahaminya saat melakukan komunikasi. Konsep-konsep teoritik dari interaksi simbolik dapat digunakan untuk melihat realitas dan fenomena penerima manfaat dengan cara memahami simbol-simbol dan menentukan sikap berdasarkan pemaknaan tersebut.

Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi,wawancara serta dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purpossive sampling dan terpilih 8 informan yaitu 4 pembimbing dan 4 penerima manfaat yang memenuhi kriteria. Validitas data dilakukan dengan model trianggulasi dan membercheck.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembimbing menggunakan pola primer, sekunder serta sirkular dalam melatih kemandirian para penyandang disabilitas tuna netra atau para penerima manfaat. Kemudian hambatan yang dihadapi saat melatih kemandirian yaitu hambatan fisik, dimana daya tangkap penerima manfaat yang lambat dan sulit untuk diajak berkomunikasi.