Penelitian ini membahas tindak tutur ekspresif dalam Film Pendek Komedi
Ra Jawa Blas Episode 74 dan 75. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bentuk
satuan lingual apa sajakah yang menjadi penanda tindak tutur ekspresif dalam
film? (2) bagaimana maksud tindak tutur ekspresif tersebut digunakan dalam
percakapan tokoh? dan (3) bagaimanakah karakteristik bentuk dan maksud tindak
tutur ekspresif yang terdapat dalam film? Tujuan penelitian ini adalah
mengidentifikasi penanda lingual tindak tutur ekspresif, mendeskripsikan fungsi
penggunaannya, serta mendeskripsikan karakteristik bentuk dan maksud tindak
tutur ekspresif dalam Film Pendek Komedi Ra Jawa Blas.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian pustaka. Sumber data penelitian berupa film pendek komedi yang
berjudul ‘Kewer-Kewer’ Episode 74 dan ‘Rai Gedheg’ Episode 75 yang diunggah
di kanal YouTube Neyeng TV. Data penelitian adalah tuturan antar tokoh dalam
FPKRJB yang di dalamnya terdapat TTE beserta konteksnya. Teknik
pengumpulan data meliputi penyimakan, transkripsi, pencatatan, dan deskripsi.
Analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur
penentu (PUP) dan teknik hubung banding memperbedakan (HBB).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 98 data tindak tutur ekspresif dalam
FPKRJB Episode 74 dan 75. Berdasarkan bentuk pemarkah atau penanda satuan
lingual, dapat berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat. Dari segi maksud, tindak
tutur ekspresif tersebut memiliki sepuluh maksud, yakni meminta maaf, humor,
memuji, basa-basi, berterima kasih, mengeluh, pernyataan rasa senang, sedih,
marah, dan benci. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif
memiliki fungsi membangun kerja sama, mengembangkan akal budi, serta
mencerminkan strategi komunikasi dan budaya humor masyarakat Jawa.