Naufal Tsaqif. KONTRIBUSI PANJANG TUNGKAI, POWER OTOT
TUNGKAI, DAN KELENTUKAN TERHADAP KECEPATAN LARI 100
METER PADA MAHASISWA PEMBINAAN PRESTASI ATLETIK FKOR
UNS 2025. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keolahragaan, Universitas Sebelas Maret,
2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kontribusi antara panjang
tungkai dengan kecepatan lari 100 meter, (2) Kontribusi antara power otot tungkai
dengan kecepatan lari 100 meter, (3) Kontribusi antara kelentukan dengan kecepatan
lari 100 meter, serta (4) kontribusi secara bersama-sama antara Panjang tungkai,
power otot tungkai, dan kelentukan tersebut terhadap kecepatan lari 100 meter pada
mahasiswa Pembinaan Prestasi Atletik FKOR UNS.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif
dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa
Pembinaan Prestasi Atletik FKOR UNS dengan sampel sebanyak 15 mahasiswa
putra yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran
meliputi: antropometri untuk panjang tungkai, standing broad jump untuk power otot
tungkai, sit and reach test untuk kelentukan, dan untuk waktu lari 100 meter di
lakukan tes lari 100 meter. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas,
analisis korelasi, korelasi parsial, dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat Kontribusi yang signifikan
antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 100 meter (r = -0,589; p < 0,05) dengan
sumbangan relatif sebesar 32,85%, (2) terdapat Kontribusi yang signifikan antara
power otot tungkai dengan kecepatan lari 100 meter (r = -0,596; p < 0,05) dengan
sumbangan relatif sebesar 35,54%, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara
kelentukan dengan kecepatan lari 100 meter (r = -0,607; p < 0,05) dengan
sumbangan relatif sebesar 31,61%, dan (4) secara bersama-sama ketiga variabel
memiliki Kontribusi yang signifikan dengan kecepatan lari 100 meter, dibuktikan
dengan nilai F = 4,02 (p < 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,523 atau
52,3%.
Kesimpulan penelitian ini adalah : (1) Panjang tungkai memberikan
kontribusi sebesar 32,85%, (2) Power otot tungkai memberikan kontribusi sebesar
35,54%, (3) Kelentukan memberikan kontribusi sebesar 31,61%. (4) Secara bersama
sama, ketiga variabel mampu menjelaskan 52,3% variasi kecepatan lari 100 meter,
yang menunjukkan bahwa model penelitian ini sangat baik dalam memprediksi
prestasi lari sprint.