Penelitian ini berjudul KOMUNITAS JAPANHOLIC SOLO RAYA DI SURAKARTA TAHUN 2016–2023. Penelitian ini membahas mengenai latar belakang berdirinya Komunitas Japanholic Solo Raya, dinamika komunitas tersebut dalam kurun waktu 2016–2023, serta peran dan pengaruh Komunitas Japanholic Solo Raya dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya di Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dibagi menjadi empat tahap, yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian ini diperoleh melalui arsip internal Komunitas Japanholic Solo Raya, foto dokumentasi kegiatan, media sosial komunitas, koran, wawancara dengan anggota komunitas, serta literatur pendukung terkait sejarah anime dan manga serta budaya otaku dan persebarannya di Indonesia, khususnya Kota Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdirinya Komunitas Japanholic Solo Raya dilatarbelakangi oleh persebaran dan peminatan pada budaya populer Jepang di Surakarta, khususnya anime dan manga, serta adanya keinginan untuk mewadahi sesama penggemar budaya tersebut. Komunitas ini lahir pada akhir tahun 2016 dan berkembang seiring tumbuhnya ketertarikan masyarakat Surakarta terhadap budaya populer Jepang. Perkembangan komunitas ini sempat menghadapi tantangan saat pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menghentikan seluruh aktivitas mereka yang kebanyakan bersifat luring. Komunitas ini kemudian kembali bangkit pada tahun 2022 dan menggerakkan kembali JFest di Surakarta pada periode pascapandemi. Eksistensi komunitas ini berdampak pada berbagai sektor kehidupan di Surakarta. Dalam bidang sosial, komunitas ini mengikuti berbagai kegiatan sosial, mengubah persepsi masyarakat tentang otaku, serta menjadi penghubung bagi komunitas penggemar budaya Jepang di Surakarta. Selain itu, dalam bidang ekonomi, komunitas ini mendukung ekonomi kreatif, ekonomi berbagai pusat perbelanjaan dan ekonomi UMKM di Surakarta melalui kegiatannya. Sementara itu, dalam bidang budaya, komunitas ini meneruskan penyelenggaraan acara JFest di Surakarta, ikut serta dalm memperkenalkan kebudayaan populer Jepang kepada masyarakat umum serta mewadahi kreativitas generasi muda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemunculan Komunitas Japanholic Solo Raya dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat pada kebudayaan populer Jepang. Selama eksistensinya yang dimulai sejak tahun 2016 hingga tahun 2023, komunitas ini mengalami berbagai dinamika serta memiliki peran dan pengaruh dalam dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Surakarta.