Aluminium merupakan material logam
yang memiliki kemampuan bentuk yang baik, tahan korosi, ringan dan banyak
digunakan di berbagai industri. Namun, proses penyambungan aluminium dengan teknik
pengelasan fusi rentan menimbulkan cacat pengelasan. One-Step Double-Acting
Friction Stir Welding (ODFSW) merupakan salah satu pengembangan metode
proses pengelasan solid-state welding dari Friction Stir Welding
(FSW) dengan memanfaatkan panas gesekan dan deformasi plastis akibat dua buah tools
yang bekerja secara bersamaan pada sisi atas dan bawah spesimen. Metode ini
memungkinkan dilakukan pada plat yang lebih tebal dan mengatasi masalah cacat
pada pengelasan fusi. Proses ODFSW memiliki beberapa parameter unik yang dapat divariasikan,
diantaranya arah rotasi dan posisi relatif tools (offset 8 mm
& overlap 0,5 mm). Variasi parameter tersebut menghasilkan pola
persebaran material berbeda yang dapat berpengaruh terhadap kualitas hasil
pengelasan. Untuk memudahkan visualisasi dan analisis material flow
selama proses pengelasan, tracer material serbuk tembaga (Cu) diletakkan
pada beberapa titik dalam spesimen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa arah
rotasi tools, offset dan overlap berpengaruh signifikan
terhadap karakteristik material flow yang terbentuk. Kombinasi arah
rotasi berlawanan clockwise/counter clockwise (CW/CCW) menghasilkan pola
aliran material yang lebih kompleks dibandingkan arah rotasi searah (CCW/CCW)
akibat adanya pertemuan aliran dari kedua tools. Selain itu, penambahan offset
dan overlap menyebabkan terjadinya pengadukan material secara berulang
yang berefek pada luasnya zona adukan dan meningkatkan kompleksitas pola aliran
material. Peningkatan kompleksitas aliran material tersebut juga meningkatkan
intensitas deformasi plastis dan homogenitas material pada daerah sambungan.
Secara keseluruhan, kombinasi arah rotasi berlawanan dengan penambahan offset
dan overlap mampu menghasilkan karakteristik pola aliran material yang
lebih kompleks.