Pemerintah
Hindia Belanda menjadikan listrik sebagai salah satu sektor utama untuk
kebutuhan pemerintahan maupun memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Perkembangan listrik yang terjadi di Jawa khususnya Jawa Tengah, juga
memanfaatkan PLTA sebagai tumpuan utama untuk menyalurkan distribusi listrik
hingga daerah pesisir.Penelitian
ini bertujuan untuk, pertama, mengetahui kondisi kehidupan sosial ekonomi
masyarakat di wilayah Kebumen pada tahun 1927-1939. Kedua, mengetahui
perkembangan listrik di wilayah Kebumen pada tahun 1927-1939. Ketiga, mengetahui
pengaruh hadirnya listrik terhadap kehidupan masyarakat di wilayah Kebumen.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu
Pengumpulan Sumber Data (Heuristik), Kritik Sumber (Verifikasi), Penafsiran
Sumber (Interpretasi), dan Historiografi. Data yang digunakan berupa koleksi
arsip dari Arsip Nasional Republik Indonesia, yakni inventaris arsip Algemene
Secretarie seri Grote Bundel Besluit 1891-1942 nomor arsip 2860 dan
3412.Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa elektrifikasi yang dilakukan di wilayah
Kebumen pada awalnya tidak berjalan sesuai perkiraan dikarenakan faktor teknis
yang terjadi. Sejak pembangkit listrik di Kebumen mulai beroperasi, listrik
mulai digunakan untuk penerangan jalan, pelayanan publik, pesta perayaan maupun
kebutuhan industri dan perdagangan. Adanya penerangan lampu listrik perlahan
mulai menggeser penggunaan penerangan minyak tanah.
Kesimpulan dari
penelitian ini adalah perusahaan listrik swasta yang menyediakan listrik di
wilayah Kebumen dan sekitarnya berusaha untuk melakukan modernisasi sebuah
peradaban kota melalui penerangan di setiap sudut kota. Kerja sama yang
dilakukan antara Dewan Kabupaten Kebumen dengan EMB membawa kemajuan aspek
sosial dan ekonomi masyarakat Kebumen. Periode 1927 hingga 1939 di Kebumen
menunjukkan bahwa elektrifikasi bukan hanya inovasi teknologi. Listrik juga
berfungsi sebagai penggerak peradaban yang mengubah tampilan kota, memperkuat
dasar industri, dan menciptakan gaya hidup modern yang terintegrasi ke dalam
sistem ekonomi kolonial.