Perkembangan
teknologi informasi mendorong perpustakaan untuk bertransformasi dalam
menyediakan layanan berbasis digital, termasuk dalam pengelolaan dan
pengembangan koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan
pengembangan koleksi digital serta kendala yang dihadapi di Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan Kabupaten Boyolali. Penelitian menggunakan metode deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara
semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengembangan koleksi digital dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu
analisis pengguna, seleksi bahan pustaka, pengadaan, penyiangan, dan evaluasi.
Analisis kebutuhan dilakukan melalui formulir usulan kebutuhan bahan pustaka,
sedangkan pengadaan koleksi digital dilakukan melalui pembelian dari penerbit
serta kerja sama dengan pihak ketiga. Layanan Perpustakaan Digital Remen Maos
menjadi media utama penyediaan koleksi digital yang juga terintegrasi dengan
perpustakaan desa digital di 216 kelurahan. Pengembangan koleksi digital
terbukti meningkatkan akses informasi bagi masyarakat, terutama karena layanan
dapat diakses secara daring tanpa harus datang ke gedung perpustakaan. Namun,
terdapat beberapa kendala seperti belum adanya kebijakan tertulis yang mengatur
pengembangan koleksi digital, keterbatasan sosialisasi formulir usulan,
literasi teknologi masyarakat yang masih rendah, serta keterbatasan sumber daya
manusia dalam pengelolaan digitalisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi
bahan evaluasi serta rekomendasi bagi perpustakaan dalam meningkatkan kualitas
layanan digital secara lebih optimal dan berkelanjutan.