Pemuda
merupakan aset negara yang tidak ternilai harganya. Berhasil tidaknya proses
pembangunan bangsa tergantung pada tingkat partisipasi pemudanya. Fenomena
menurunnya minat pemuda dalam pertanian menjadi perhatian khusus bagi
masyarakat maupun pemerintah. Ditengah rendahnya minat pemuda terhadap
pekerjaan pada sektor pertanian, terdapat kelompok pemuda tani yang memiliki
minat terhadap bidang pertanian khususnya hortikultura. Tujuan penelitian ini
guna melihat proses peningkatan minat pemuda pada pertanian hortikultura, faktor
yang mempengaruhi minat pemuda dan proses terbentuknya pilihan rasional pemuda
terkait peningkatan minat pertanian hortikultura. Penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif eksploratif dilakukan di Desa Kelor Kecamatan Karangmojo
Kabupaten Gunungkidul. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive
sampling. Adapun informan penelitian terdiri dari pemuda yang tergabung
dalam kelompok pemuda tani hortikultura, pemuda desa non-kelompok dan
perangkat desa. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara
mendalamdan dokumentasi. Untuk menguji validitas data menggunakan triangulasi
sumber. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman
dengan teori Pilihan Rasional dari James S. Coleman. Hasil
penelitian menunjukkan proses peningkatan minat pemuda melalui: peningkatan
keterlibatan pemuda dalam pertanian hortikultura yang dibedakan menjadi
keterlibatan langsung dan keterlibatan penunjang dengan memperhatikan
frekuensi, lama bertani dan luasan lahan yang dimiliki pemuda; peningkatan
anggota kelompok pemuda tani hortikultura; peningkatan lahan pertanian
hortikultura; dan peningkatan inovasi pemuda pada pertanian hortikultura. Pada
faktor yang mempengaruhi minat terdapat faktor pendorong yaitu inner urge,
social motivation dan emotional factor juga faktor penarik berupa
faktor ekonomis dan ketersediaan pasar. Pilihan rasional pemuda terhadap
pertanian hortikultura terjadi karena adanya tujuan-tujuan yang ingin diraih
pemuda dengan melakukan kegiatan pertanian hortikultura. Akses pemuda terhadap
sumber daya alam maupun modal menjadi alat bagi pemuda untuk mendapatkan
tujuannya. Dalam memaksimalkan usahanya pemuda melakukan perilaku kolektif
yaitu dengan membentuk kelompok pertanian yang memiliki akses terhadap sumber
daya manusia dan sumber daya modal yang mampu mengatasi keterbatasan pemuda
sekalu aktor individu dalam kegiatan pertanian hortikultura. Kata Kunci : Pemuda, Pertanian Hortikultura, Pilihan
Rasional