Jagung pulut (Zea mays var. ceratina) merupakan varietas jagung yang memiliki kandungan amilosa yang tinggi dalam endosperma pada bijinya. Jagung pulut mempunyai kandungan pati dalam bentuk amilopektin yang hampir mencapai 100%. Permintaan yang terus meningkat namun tidak selaras dengan ketersediaan hasil panen pertanian. Ketersediaan jagung pulut di Indonesia dari tahun 2020-2022 mengalami kenaikan dan menurun pada tahun 2023, hasil ini mengalami penurunan sebanyak 2,07 juta ton atau 12,50 persen dibandingkan pada tahun 2022 yang sebesar 16,53 juta ton. Upaya meningkatkan hasil tanaman dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian ekstrak daun kelor adalah senyawa organik yang dapat membantu untuk memacu proses fisiologi tanaman. Tanaman kelor mengandung hormon tumbuh yaitu sitokinin dan zeatin. Sitokinin merupakan hormon tanaman yang menginduksi pembelahan sel, pertumbuhan, dan mendorong pertumbuhan sel baru serta menunda penuaan sel. Pemberian air juga perlu diperhatikan kuantitas nya. Pengaruh pemberian air yang berlebihan bagi tanaman jagung membesarnya ukuran sel, ukuran internode menjadi tidak normal, tanaman tidak kokoh dan tidak terjadi pertumbuhan yang kuat sehingga mudah diserang penyakit. Penelitian dilaksanakan pada Greenhouse di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Perlakuan pemberian frekuensi penyiraman air dengan 3 taraf yaitu , A1 (2 hari sekali), A2 (4 hari sekali), A3 (6 hari sekali) dan ekstrak duan kelor dengan 4 taraf yaitu K0 (tanps ekstrak), K1 (2 hari sekali), K2 (4 hari sekali), K3 (6 hari sekali). Data dianalisis menggunakan ANOVA jika terdapat perbedaan dilanjut uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor dan frekuensi penyiraman belum mampu meningkatkan beberapa aspek hasil jagung pulut. Pemberian ekstrak daun kelor pada konsentrasi 450 g/L meningkatkan variabel bobot segar tongkol tanpa klobot sebesar 75,17 g dan kandungan karbohidrat pada konsentrasi 150 g/L sebesar 45,59 %. Perlakuan frekuensi penyiraman pada perlakuan 4 hari sekali dapat meningkatkan kandungan karbohidrat sebesar 45,77% dan penyiraman 2 hari sekali dapat meningkatkan bobot segar biji sebesar 23,60 g. Hasil analisis korelasi menunjukkan bobot tongkol dengan dan tanpa klobot berkorelasi positif pada panjang tongkol, diameter tongkol, bobot kering tongkol. Untuk kandungan protein berkorelasi dengan jumlah biji per tongkol dan kandungan karbohidrat berkorelasi dengan jumlah baris per tongkol.