Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan
UMKM di Kota Kupang dengan pendekatan Triple Bottom Line (TBL). Metode
yang digunakan dalam penelitian adalah mixed method dengan pendekatan
kualitatif melalui ATLAS.ti, , pendekatan kuantitatif menggunakan regresi
logistik, serta campuran dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap pemilik UMKM
di Kota Kupang. Variabel yang digunakan meliputi modal, lama usaha, usia,
tingkat pendidikan, jenis kelamin, literasi keuangan, inklusi keuangan, dan
pemanfaatan fintech. Hasil ATLAS.ti menunjukkan bahwa keberlanjutan UMKM
mencakup dimensi profit, people, dan planet.
Regresi
logistik menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pemanfaatan fintech
berpengaruh positif terhadap keberlanjutan UMKM, sedangkan inklusi keuangan
berpengaruh negatif, sementara variabel lainnya tidak signifikan. Berdasarkan
hasil analisis AHP, faktor profit terdiri dari manajemen keuangan,
fasilitas produksi, serta kepatuhan terhadap kewajiban usaha dan pajak. Faktor people
terdiri dari pelatihan sumber daya manusia, upah, hubungan dan komunikasi
antara pemilik dan karyawan, serta kesempatan kerja yang setara. Faktor planet
terdiri dari pengelolaan limbah, penggunaan kemasan ramah lingkungan, efisiensi
energi, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Hasil prioritas AHP
menunjukkan bahwa aspek profit menjadi faktor paling prioritas dalam
mendukung keberlanjutan UMKM di Kota Kupang, kemudian diikuti oleh aspek people,
dan terakhir aspek planet. Pada aspek profit, faktor yang paling
prioritas adalah fasilitas produksi. Pada aspek people, faktor yang
paling prioritas adalah upah karyawan. Sedangkan pada aspek planet,
faktor yang paling prioritas adalah kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan UMKM di Kota Kupang masih didominasi
oleh faktor ekonomi, namun tetap memerlukan dukungan aspek sosial dan
lingkungan untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang.