Muhammad Elza Anantama. K5419058. Pembimbing I : Dr. Mohammad Gamal Rindarjono, M.Si. Pembimbing II : Dr. Rita Noviani, S.Si., M.Sc. ANALISIS KERUANGAN SENTRA INDUSTRI KERAJINAN ROTAN DI KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2025. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2025. Penelitian ini dilakukan di sentra industri rotan trangsan Kecamatan Gatak yang merupakan sentra industri kerajinan rotan terbesar di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis lokasi persebaran industri rotan di Kecamatan Gatak, (2) menganalisis pola persebaran industri rotan di Kecamatan Gatak, dan (3) menganalisis bentuk sinergisme yang ada di sentra industri rotan Kecamatan Gatak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan keruangan. Sumber data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey institusional, observasi lapangan, dan studi literatur. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis pola keruangan, analisis sinergisme fungsional, dan analisis sinergisme keruangan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, lokasi persebaran sentra industri rotan berada di Desa Luwang dan Desa Trangsan. Kedua, industri kerajinan rotan yang tersebar di kedua desa tersebut memiliki pola persebaran mengelompok. Lokasi persebaran industri rotan yang tersebar di dua desa dengan pola persebaran mengelompok dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : (1) faktor tradisi dan keahlian masyarakat, (2) faktor lokasi desa yang strategis, (3) faktor dukungan dari pemerintah, dan (4) faktor ketersediaan bahan baku. Ketiga, terdapat dua bentuk sinergisme di sentra industri rotan Kecamatan Gatak yaitu sinergisme fungsional dan sinergisme keruangan. Sinergisme fungsional merupakan kerjasama antar instansi, sedangkan sinergisme keruangan merupakan kerjasama antar ruang industri rotan. Sinergisme tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dibandingkan dengan institusi atau ruang tersebut bekerja sendiri-sendiri, sehingga industri rotan dapat bertahan.