Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian, determinan, pola pengungkapan, konsekuensi, perbedaan hasil penelitian, serta perbandingan tingkat pengungkapan emisi karbon antar sektor selama periode 2016–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis 115 artikel yang terindeks Sinta dan Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai pengungkapan emisi karbon mengalami peningkatan yang signifikan dengan puncak publikasi pada tahun 2025. Teori yang paling banyak digunakan adalah legitimacy theory dan stakeholder theory, sementara sampel penelitian didominasi oleh sektor non keuangan dan multi sektor. Determinan pengungkapan emisi karbon dapat dikelompokkan ke dalam kategori keuangan, kategori environmental, social, and governance (ESG), serta kategori lainnya. Instrumen pengukuran yang paling sering digunakan adalah indeks pengungkapan emisi karbon yang dikembangkan oleh Choi et al. (2013), diikuti oleh standar GRI dan laporan CDP. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya inkonsistensi hubungan antara determinan dan tingkat pengungkapan emisi karbon yang dipengaruhi oleh berbagai perbedaan dalam penelitian. Selain itu, pengungkapan emisi karbon terbukti memberikan berbagai konsekuensi, seperti menurunkan bid-ask spread, share price volatility, dan cost of capital, serta meningkatkan trading volume, organizational performance, dan firm value. Perbandingan antar sektor menunjukkan bahwa perusahaan pada sektor sensitif karbon memiliki tingkat pengungkapan yang berbeda secara signifikan dibandingkan sektor tidak sensitif karbon. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik sektor industri berperan dalam memengaruhi tingkat pengungkapan emisi karbon perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dalam pengembangan penelitian terkait pengungkapan emisi karbon serta bagi perusahaan dan regulator dalam meningkatkan transparansi informasi lingkungan.