ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah
keterkaitan antarunsur yang terkandung dalam cakepan gendhing Bedhaya Anglir Mendhung karya KGPAA
Mangkunegara I menurut teori Roman Ingarden? (2) Bagaimanakah nilai filosofis
yang terkandung dalam cakepan gendhing Bedhaya Anglir Mendhung karya
KGPAA Mangkunegara I menggunakan pendekatan semiotika Riffatere? Tujuan penelitian ini adalah
Mendeskripsikan keterkaitan antar unsur yang terkandung dalam cakepan
gendhing Bedhaya Anglir Mendhung karya KGPAA Mangkunegara I menurut teori
Roman Ingarden dan mendeskripsikan nilai filosofis yang terkandung dalam cakepan
gendhing Bedhaya Anglir Mendhung karya KGPAA Mangkunegara I menggunakan
pendekatan semiotika Riffatere. Bentuk penelitian ini yaitu penelitian sastra yang bersifat
deskriptif kualitatif. Sumber
data dalam penelitian ini adalah Naskah Cakepan Gendhing Bedhaya Anglir
Mendhung hasil transliterasi dari Bapak Suraji. Data dalam penelitian ini
adalah teks Cakepan Gendhing Bedhaya Anglir Mendhung. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah teknik content analisis. Content analisis pada penelitian ini menggunakan teknik analisis
data struktural dan analisis data semiotika Riffatere. Kesimpulan penelitian
ini yaitu: (1) Secara struktural, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang
membentuk struktur teks terhadap penelitian nilai filosofis cakepan gendhing
Bedhaya Anglir Mendhung menggunakan teori Inggarden, memiliki korelasi
antarunsur yang kuat, sehingga dapat membangun carita dan filosofi yang
utuh;(2) Ditinjau dari segi semiotika, cakepan gendhing Bedhaya Anglir
Mendhung mengungkap nilai filosofis yang menekankan kepemimpinan ideal,
keseimbangan batin, serta spiritualitas dalam budaya Jawa. Nilai tersebut
menjelaskan pentingnya keharmonisan hubungan pemimpin dan rakyat sehingga teks
ini tidak hanya sebagai unsur estetis, tetapi juga pedoman etika dan kehidupan
pada masa lampau.