Pendahuluan: ALL HR fase kemoterapi induksi berisiko tinggi mengalami demam neutropenia akibat mielosupresi berat. Bakteremia merupakan komplikasi serius yang memerlukan deteksi dini dan antibiotik empiris cepat. Kultur darah sebagai gold standard memiliki keterbatasan waktu inkubasi panjang dan sensitivitas rendah. Presepsin dan extended inflammation parameters(EIP) berpotensi menjadi biomarker alternatif deteksi dini bakteremia yang lebih cepat dan praktis.Tujuan: Menganalisis performa diagnostik presepsin dan EIP (NEUT-RI, NEUT-GI, MO-X, MO-Y) terhadap bakteremia pada demam neutropenia anak dengan ALL HR fase kemoterapi induksi.Metode: Penelitian analitik observasional potong lintang pada 50 pasien demam neutropenia anak dengan ALL HR fase induksi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Januari–Juni 2026. Presepsin diperiksa dengan ELISA (Rayto RT-2100C), EIP diperoleh dari Sysmex XR-1000. Analisis diagnostik meliputi AUROC, sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV.Hasil: 50 subjek, 16 (32%) terkonfirmasi bakteremia. Presepsin signifikan lebih tinggi pada kelompok bakteremia, median 275,43 pg/mL (237,10–406,86) dibanding 122,11 pg/mL (95,89–199,97) tanpa bakteremia (p<0,001), MO-X (p<0,001), MO-Y (p=0,013), dan NEUT-RI (p=0,049) berbeda signifikan antar kelompok, sedangkan NEUT-GI tidak (p=0,134). Presepsin cut-off≥209,973 pg/mL terbaik: AUC 0,921 (p=0,001), sensitivitas 93,8%, spesifisitas 79,4%, PPV 68,2%, NPV 96,4%, PLR 4,55, NLR 0,08. MO-X cut-off ≥119,8 ch terbaik di antara EIP: AUC 0,790 (p=0,001), sensitivitas 87,5%, spesifisitas 76,5%, PPV 63,6%, NPV 92,9%, PLR 3,72, NLR 0,16.Simpulan: Presepsin, MO-X, MO-Y, dan NEUT-RI memiliki performa diagnostik baik dengan sensitivitas >80% sebagai biomarker rule out bakteremia pada demam neutropenia anak dengan ALL HR fase kemoterapi induksi.