Jagung sebagai sumber bahan pangan kedua setelah nasi di Indonesia mengalami peningkatan sedangkan jumlah produksi belum memenuhi kebutuhan. Alih fungsi lahan menjadi ancaman untuk ketahanan pangan, sehingga dilakukan upaya penanaman pada lahan sub optimal. Tanah Alfisol tergolong lahan sub optimal karena kurang tersedianya hara, upaya pemupukan dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan hara. Limbah ekstraksi I. tinctoria L. sebagai bahan pupuk organik mengandung hara yang mampu meningkatkan hara. Penelitian bertujuan untuk mempelajari peran dan mengetahui dosis terbaik pupuk organik limbah ekstraksi I. tinctoria pada pertumbuhan dan hasil jagung serta serapan NPK. Penelitian dilaksanakan di Dusun Bakaran, Sukosari, Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah pada April-Agustus 2022. Lahan penelitian terletak pada ketinggian tempat 187,8 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor dosis pemupukan: pupuk anorganik 0,57.10-3 ton/ha dan pupuk organik limbah ekstraksi I. tinctoria L. 2,91; 5,83; 8,75; 11,67; 14,58 ton/ha, diulang sebanyak 3 kali, diperoleh 18 satuan percobaan. Peubah amatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, luas daun, indeks luas daun, klorofil (a, b dan total), bobot tongkol tanpa kelobot, berat 100 biji, indeks panen, jumlah tongkol per petak, biomassa 8 Minggu Setelah Tanam, NPK Jaringan dan Serapan NPK. Analisis data dilakukan dengan analysis of variance (ANNOVA) taraf kesalahan 5%, apabila beda nyata dilanjutkan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5% dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik limbah ekstraksi I. tinctoria L. berpengaruh sama dan belum didapatkan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung serta serapan NPK.