Banjir
merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kabupaten
Magetan akibat tingginya curah hujan, perubahan tutupan lahan, dan pengaruh
perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hujan periode
ulang, debit banjir, indeks kerawanan banjir, serta memetakan indekskerawanan
banjir menggunakan data curah hujan historis stasiun periode 2004–2024 dan data
proyeksi iklim Coupled Model Intercomparison Project Phase 6 (CMIP6)
periode 2025–2035.Penelitian
dilakukan melalui analisis frekuensi curah hujan menggunakan beberapa
distribusi probabilitas untuk menentukan hujan periode ulang. Debit banjir
dihitung menggunakan metode HSS SCS pada perangkat lunak HEC-HMS, sedangkan
simulasi genangan banjir dilakukan menggunakan HEC-RAS. Indeks kerawanan banjir
ditentukan berdasarkan luas genangan.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa distribusi Gumbel merupakan distribusi terbaik
dengan nilai Chi-Square sebesar 0,429. Hujan periode ulang yang diperoleh
berturut-turut sebesar 128,60 mm (Q10), 150,32 mm (Q20),
157,21 mm (Q25), dan 178,44 mm (Q50). Debit yang
berpotensi menimbulkan banjir berdasarkan data stasiun hujan terjadi pada tahun
2014–2016, sedangkan berdasarkan data proyeksi CMIP6 terjadi pada seluruh
periode 2025–2035. Perhitungan indeks kerawanan dihitung berdasarkan data
stasiun hujan dan data proyeksi CMIP6. Indeks kerawanan banjir berdasarkan data
stasiun hujan berada pada rentang 0,02–374,71 hektar, sedangkan berdasarkan
data proyeksi CMIP6 berada pada rentang 4,15–881,50 hektar. Pemetaan kerawanan
banjir menunjukkan Kecamatan Plaosan dominan berada pada kategori rawan tinggi
pada periode historis, sedangkan Kecamatan Panekan dominan berada pada kategori
rawan tinggi pada periode proyeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan
curah hujan berpengaruh terhadap debit banjir, luas genangan, dan tingkat
kerawanan banjir di Kabupaten Magetan.