PENGARUH PEMBERIAN RAGAM DOSIS ZPT TERHADAP
PERTUMBUHAN SUB-KULTUR Dendrobium macrophyllum SECARA IN
VITRO. Skripsi: Galih Henggar Jati (H0720072). Pembimbing: Andriyana
Setyawati, S.P., M.P., Ph.D., Gani Cahyo Handoyo, S.P., M.Si., dan Ir. Retna
Bandriyati Arniputri, M.S. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian,
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.Anggrek Dendrobium macrophyllum (D. macrophyllum) dikenal dengan nilai
ekonomi dan farmakologisnya yang tinggi, namun saat ini ketersediaan tanaman
D. macrophyllum di alam semakin menurun akibat eksploitasi dan
pertumbuhannya yang lambat. Salah satu solusi efektif untuk memperbanyak dan
memperbaiki kualitas tanaman D. macrophyllum adalah melalui kultur in vitro
dengan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti auksin dan sitokinin. Teknik ini
mampu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta produksi senyawa metabolit
sekunder, sehingga mendukung konservasi dan pemanfaatan anggrek ini sebagai
tanaman obat bernilai tinggi. Media yang digunakan adalah Murashige and Skoog
(MS) dengan ZPT 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) sebagai auksin dan
thidiazuron (TDZ) sebagai sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh berbagai konsentrasi dari 2,4-D dan TDZ yang tepat untuk menghasilkan
hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan metabolit sekunder anggrek
D. macrophyllum.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi
Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta;
Laboratorium Kimia Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Jawa Barat pada
bulan Februari-Juni 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor yang pertama yaitu auksin 2,4-D (Tanpa
2,4-D; 0,5; 1; dan 1,5 ppm) dan faktor kedua yaitu sitokinin TDZ (Tanpa TDZ; 0,5;
1; dan 2 ppm). Terdapat 16 macam kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak
3 kali, sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Variabel yang diamati dalam
penelitian yaitu waktu muncul daun, jumlah daun, panjang daun, waktu muncul
tunas, jumlah tunas, tinggi tanaman, bobot segar, dan analisis senyawa metabolit
sekunder. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan taraf 5%
dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5% serta
analisis regresi untuk mengetahui arah hubungan variabel bebas dan terikat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi 2,4-D 1,5 ppm meningkatkan
waktu muncul tunas yang jauh lebih cepat 25,58 hari atau sekitar 59,13% dari
perlakuan kontrol, namun pemberian 2,4-D dengan taraf konsentrasi yang
digunakan cenderung menurunkan bobot segar tanaman. Pemberian TDZ belum
mampu untuk meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan tanaman yang
diamati. Tidak terjadi interaksi antara 2,4-D dan TDZ pada seluruh parameter yang
diamati. Berdasarkan analisis GCMS yang telah dilakukan didapat data bahwa
aplikasi 2,4-D dan TDZ belum mampu menginduksi senyawa metabolit sekunder
pada tanaman anggrek D. macrophyllum.