Penelitian ini bertujuan menganalisis peran berbagai pihak dalam pengelolaan
desa wisata serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan kelestarian
lingkungan di Desa Rahtawu. Analisis data menggunakan teori strukturasi
Anthony Giddens yang mencakup konsep signifikasi, dominasi, legitimasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Selain itu, dilakukan
observasi non-partisipatif dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
pengelolaan desa wisata Rahtawu berjalan dalam dualitas struktur, di mana
aturan dan sumber daya menjadi alat sekaligus hasil tindakan agen. Signifikasi
tercermin dari pemaknaan desa wisata sebagai identitas kolektif dan sarana
pelestarian lingkungan. Dominasi terlihat dari ketimpangan akses ekonomi dan
pengambilan keputusan, dengan pemerintah desa dan Pokdarwis sebagai
pemegang kendali utama sementara partisipasi masyarakat terbatas. Legitimasi
diwujudkan melalui Peraturan Desa, Sapta Pesona, dan norma lokal, meskipun
masih terjadi kesenjangan antara aturan dan praktik. Dampak positif meliputi
peningkatan pendapatan, perluasan lapangan kerja, penguatan identitas desa,
serta berkurangnya frekuensi longsor dan banjir akibat konservasi lingkungan.
Namun demikian, masih ditemukan dampak negatif seperti ketimpangan
distribusi manfaat ekonomi, melemahnya koordinasi antar pelaku usaha, sampah
yang berserakan, dan pembangunan liar di bantaran sungai. Penelitian
menyimpulkan bahwa keberlanjutan desa wisata Rahtawu sangat bergantung
pada penguatan koordinasi antaraktor, peningkatan partisipasi masyarakat, serta
konsistensi penegakan aturan lingkungan.