India, sebagai salah satu negara berkembang utama, secara berkala mengalami
tekanan nilai tukar akibat kondisi moneter domestik dan guncangan keuangan
global. Model peringatan dini berbasis ekonometrika tradisional sering kali
mengalami keterbatasan dalam menangkap hubungan kompleks antarindikator
makroekonomi yang memengaruhi terjadinya krisis mata uang. Penelitian ini
mengembangkan sistem peringatan dini berbasis deep learning untuk krisis mata
uang di India menggunakan arsitektur hibrida Convolutional Neural Network
Long Short-Term Memory (CNN–LSTM) dengan memanfaatkan data
makroekonomi dan keuangan bulanan periode November 1991 hingga Agustus
2025. Episode krisis mata uang diidentifikasi menggunakan indeks Exchange
Market Pressure (EMP). Seleksi fitur dilakukan menggunakan analisis mutual
information untuk mengidentifikasi indikator makroekonomi yang paling relevan.
Kinerja model dievaluasi menggunakan validasi rolling window, yaitu teknik
validasi pada data runtun waktu dengan jendela pelatihan yang bergeser
mengikuti urutan waktu, serta dibandingkan dengan model LSTM. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model CNN–LSTM dengan validasi rolling
window mencapai kinerja terbaik dengan nilai AUC-ROC sebesar 0,9108, akurasi
sebesar 0,9016, dan F1-score sebesar 0,9036, sehingga mengungguli seluruh
model pembanding. Hasil seleksi fitur menunjukkan bahwa agregat moneter,
khususnya M2, M3, dan reserve money, merupakan indikator yang paling
informatif dalam mendeteksi krisis mata uang di India. Proyeksi prediksi untuk
periode 2025–2026 menunjukkan adanya sinyal peringatan yang bersifat
intermiten dan belum mengindikasikan krisis mata uang yang berlangsung secara
berkelanjutan.