Kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar
menjadi dua kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam
menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun, pengembangan kedua
kompentesi tersebut pada peserta didik di Indonesia masih belum optimal. Penelitian
ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh model Discovery Learning
berbantu ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar
siswa kelas XI secara simultan pada materi sistem koordinasi; (2) menganalisis
pengaruh model Discovery Learning berbantu ChatGPT terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa kelas XI pada materi sistem koordinasi; dan (3)
menganalisis pengaruh model Discovery Learning berbantu ChatGPT terhadap
kemandirian belajar siswa kelas XI pada materi sistem koordinasi. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment
dan desain posttest-only control group. Populasi penelitian mencakup
seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026.
Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan terdiri atas
kelas XI-1 sebagai kelompok eksperimen serta kelas XI-2 sebagai kelompok
kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes uraian kemampuan berpikir
kritis yang disusun berdasarkan indikator Facione dan angket kemandirian
belajar yang mengacu pada konsep self-regulated learning. Analisis data
dilakukan melalui Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dan uji
Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan
model Discovery Learning berbantu ChatGPT sebagai asisten virtual
berpengaruh secara simultan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian
belajar (Sig. = 0,000). Secara parsial, model tersebut memberikan pengaruh
positif terhadap kemampuan berpikir kritis (Sig. = 0,000), namun memberikan
pengaruh negatif terhadap kemandirian belajar (Sig. = 0,037). Dengan demikian,
penerapan model Discovery Learning berbantu ChatGPT sebagai asisten
virtual mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, tetapi menghasilkan
capaian kemandirian belajar yang lebih rendah dibandingkan penerapan model Discovery
Learning tanpa bantuan ChatGPT pada materi sistem koordinasi.