Penelitian ini membahas peran aktor non-negara dalam diplomasi publik melalui olahraga dan media sosial, dengan fokus pada Club Deportivo Palestino. Di tengah eskalasi konflik Palestina-Israel yang terjadi pada tahun 2022-2025, klub sepak bola yang didirikan oleh imigran Palestina di Cile ini bertransformasi menjadi klub sepak bola yang menyuarakan perjuangan bangsa Palestina di tengah agresi yang dilakukan oleh Israel. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi diplomasi publik dan diplomasi olahraga Club Deportivo Palestino dalam merepresentasikan identitas diaspora Palestina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari unggahan primer di empat media sosial resmi klub, yaitu X (Twitter), Instagram, YouTube, dan Facebook, serta akun kelompok suporter, yaitu Barra Los Baisanos dan Intifada Antifascista pada rentang 2022-2025. Sampel yang ditarik menggunakan purposive sampling dan diolah melalui teknik analisis tematik deduktif. Kerangka pemikiran berlandaskan teori new public diplomacy, sports diplomacy, dan konsep identitas diaspora mengenai diasporic rope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klub berperan aktif sebagai non-state sport actor (NSSA) yang menjalankan diplomasi publik dengan menggunakan platform media sosial melalui lima kategori narasi utama, yaitu kemerdekaan Palestina, kecaman terhadap agresi Israel, penegasan identitas kultural, sepak bola perlawanan, dan menggalang solidaritas global. Berdasarkan analisis, untaian solidarity dan narasi sepak bola perlawanan merupakan instrumen proyeksi identitas yang paling dominan. Secara keseluruhan, Club Deportivo Palestino berhasil mengintegrasikan ekosistem sepak bola dan karakteristik lintas platform media sosial untuk memecah isolasi informasi, memelihara ingatan kolektif, serta memobilisasi kesadaran masyarakat global demi membela kepentingan bangsa Palestina.