Fenita Risma Wardhani, NIM. C0622020. 2026. Judul: Interpretasi
Visual Dongeng The Little Match Girl sebagai Kritik Sosial dalam Karya
Grafis Cetak Tinggi. Program Studi Seni Rupa,
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penciptaan
seni ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap dongeng The Little Match Girl karya Hans
Christian Andersen yang mengandung nilai kemanusiaan, kemiskinan, harapan, dan
kritik sosial yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Rumusan
penciptaan meliputi: 1) Bagaimana nilai-nilai kritik sosial dan kemanusiaan
yang terkandung dalam dongeng The Little
Match Girl? 2) Mengapa dongeng The Little
Match Girl dipilih sebagai sumber ide penciptaan seni grafis cetak tinggi?
dan 3) Bagaimana visualisasi nilai-nilai kritik sosial dan kemanusiaan yang
terkandung dalam dongeng The Little Match
Girl sebagai kritik sosial ke dalam karya seni grafis cetak tinggi? Tujuan
penciptaan ini adalah menjelaskan dongeng The
Little Match Girl, menjelaskan alasan pemilihannya sebagai sumber ide,
serta mewujudkan interpretasi visualnya ke dalam karya seni grafis cetak
tinggi. Sumber ide penciptaan berasal dari interpretasi visual terhadap tokoh
utama dan berbagai simbol yang terdapat dalam dongeng, seperti korek api,
cahaya, harapan, kesepian, dan imajinasi. Teknik yang digunakan adalah Relief Print with Hand Coloring on Paper
menggunakan metode reduksi. Media yang digunakan meliputi papan MDF sebagai
acuan cetak, tinta cetak, cat akrilik, cat air, dan kertas sebagai media cetak.
Metode penciptaan mengacu pada teori S.P. Gustami yang meliputi tahap
eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil penciptaan diwujudkan dalam lima
karya seni grafis cetak tinggi yang mengangkat tema kesepian, harapan semu,
pelarian psikologis, transendensi spiritual, dan kritik sosial. Subject matter berpusat pada tokoh anak
perempuan dalam dongeng The Little Match
Girl yang divisualisasikan melalui pendekatan simbolik dan surealisme.
Analisis karya menunjukkan bahwa interpretasi visual mampu menerjemahkan makna
emosional dan sosial yang terkandung dalam dongeng ke dalam bentuk visual yang
ekspresif. Penciptaan ini menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai
estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi terhadap persoalan
kemanusiaan dan sosial.