Disrupsi industri media mendorong perusahaan pers untuk melakukan diversifikasi model bisnis guna mempertahankan keberlanjutan organisasi. PT Aksara Solopos merespons kondisi tersebut melalui pengembangan Literaworks sebagai unit bisnis yang bergerak di bidang komunikasi strategis dan agensi kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bisnis PT Aksara Solopos melalui pengembangan Literaworks dalam membangun identitas agensi kreatif serta menganalisis implementasi Framework SOSTAC dalam proses pengembangan unit bisnis tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Framework SOSTAC, Teori Identitas Organisasi, dan Teori Atribusi Harold Kelley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Literaworks merupakan strategi adaptasi bisnis yang dilakukan tanpa mengubah identitas PT Aksara Solopos sebagai perusahaan pers. Implementasi Framework SOSTAC dilakukan secara sistematis melalui tahapan Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Action, dan Control, yang diwujudkan melalui restrukturisasi organisasi, pengembangan layanan komunikasi strategis, optimalisasi kompetensi jurnalistik, serta mekanisme pengendalian organisasi yang menjaga profesionalisme media. Proses tersebut membentuk identitas Literaworks sebagai agensi kreatif yang memanfaatkan kompetensi jurnalistik sebagai sumber diferensiasi dalam penyediaan layanan komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Framework SOSTAC tidak hanya berfungsi sebagai kerangka penyusunan strategi bisnis, tetapi juga menjadi mekanisme yang mendukung pembentukan identitas agensi kreatif Literaworks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis pada perusahaan media dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai jurnalistik sebagai fondasi identitas organisasi dan pembentukan citra organisasi.