Tujuan penelitian ini adalah mengetahui : (1) hubungan antara kekuatan
otot perut dengan kecepatan tendangan sabit pada atlet remaja Garuda Silat
Academy Sukoharjo, (2) hubungan antara panjang tungkai dengan kecepatan tendangan
sabit pada atlet remaja Garuda Silat Academy Sukoharjo, (3) hubungan antara power otot tungkai dengan kecepatan
tendangan sabit pada atlet remaja garuda silat academy sukoharjo, (4) hubungan
antara kekuatan otot perut, panjang tungkai, dan power otot tungkai dengan
kecepatan tendangan sabit pada atlet remaja Garuda Silat Academy Sukoharjo. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan metode kuantitatif dengan
desain korelasional serta memilih 25 atlet sebagai sampel menggunakan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes sit-up, pengukuran
panjang tungkai, vertical jump, dan tes kecepatan tendangan sabit. Sebelum
melakukan analisis data, dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas,
uji multikolinearitas,dan uji linearitas. Setelah itu, pengujian hipotesis
dengan uji korelasi product moment dan analisis regresiHasil penelitian
menunjukkan bahwa kekuatan otot perut memiliki hubungan signifikan dengan
kecepatan tendangan sabit (r = 0,746; sig = 0,000), sedangkan panjang tungkai
tidak signifikan (r = 0,003; sig = 0,990). Power otot tungkai signifikan
pada uji korelasi (r = 0,590; sig = 0,002), namun tidak signifikan dalam
regresi. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan (F = 9,110;
sig = 0,000) dengan kontribusi sebesar 56,5%.
Simpulan
penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan otot perut merupakan faktor dominan
yang memengaruhi kecepatan tendangan sabit. Power otot tungkai
berhubungan secara parsial, sedangkan panjang tungkai tidak berpengaruh
signifikan. Oleh karena itu, program latihan lebih diprioritaskan
pada pengembangan kekuatan otot perut, dengan tetap mempertimbangkan peran power
otot tungkai.