Penelitian
ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penciptaan karya seni lukis
bertema wanita karya Agussis periode 2020–2024 dan (2) mendeskripsikan makna
karya seni lukis bertema wanita karya Agussis periode 2020–2024. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling
terhadap lima karya, yaitu Jamu Menyehatkan (2020), Sedang Membatik (2022),
Bermain Dakon (2024), Menumbuk Jamu (2024), dan Menumbuk Padi (2024). Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi,
kemudian diuji menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model
interaktif Miles dan Huberman, sedangkan analisis proses penciptaan dan makna
karya menggunakan teori proses kreasi Primadi Tabrani dan semiotika Roland
Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penciptaan karya Agussis
melalui tahap persiapan, pengumpulan bahan, empati, pengeraman ide, penetasan
ide, dan pelaksanaan. Ide penciptaan karya bersumber dari pengalaman pribadi
dan pengamatan terhadap aktivitas wanita dalam praktik budaya tradisional
masyarakat Jawa di lingkungan sekitarnya. Makna karya pada tingkat denotasi
menampilkan figur wanita dalam berbagai aktivitas budaya. Pada tingkat
konotasi, wanita dimaknai sebagai sosok yang memiliki keterampilan, ketekunan,
pengetahuan, dan peran sosial dalam kehidupan budaya. Pada tingkat mitos,
wanita dimaknai sebagai subjek aktif yang berperan dalam menjaga, menjalankan,
dan mewariskan nilai-nilai budaya. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa proses
penciptaan karya Agussis berawal dari pengalaman personal dan pengamatan
lingkungan yang diolah melalui proses kreatif yang terstruktur. Karya-karya
tersebut merepresentasikan wanita sebagai subjek aktif dalam praktik budaya
yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan
nilai-nilai budaya.