Ruang Lingkup: Asuhan kebidanan dengan pendekatan Continuity
of Care (CoC) diberikan kepada Ny. S usia 21 tahun
G3P1A1 selama masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga
berencana di Puskesmas Sangkrah Surakarta. Pelaksanaan: Asuhan
kehamilan diberikan sesuai standar pelayanan antenatal 12T. Selama kehamilan,
klien teridentifikasi memiliki riwayat asma, anemia sedang (Hb 9,6 g/dL), dan
oligohidramnion. Oleh karena itu, dilakukan pemantauan ketat terhadap kondisi
ibu dan janin, pemberian edukasi gizi, suplementasi tablet besi (Fe) dan asam
folat, serta kolaborasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Pada
masa persalinan, dilakukan induksi persalinan di rumah sakit dan proses
persalinan berlangsung tanpa komplikasi. Asuhan nifas diberikan melalui empat
kali kunjungan nifas (KF1–KF4) yang menunjukkan involusi uterus berlangsung
normal. Pada masa neonatus, asuhan diberikan melalui tiga kali kunjungan
neonatus (KN1–KN3) yang meliputi pemantauan pertumbuhan, perawatan tali pusat,
pemberian imunisasi dasar, skrining hipotiroid kongenital (SHK), dan skrining
penyakit jantung bawaan kritis (Critical Congenital
Heart Disease/CCHD). Pada masa keluarga berencana,
dilakukan konseling dan ibu memilih kondom sebagai metode kontrasepsi. Evaluasi:
Asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga
berencana telah diberikan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku sehingga
diperoleh luaran yang baik bagi ibu dan bayi. Simpulan dan Saran:
Asuhan kebidanan berkelanjutan efektif dalam menangani komplikasi selama
kehamilan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik tanpa komplikasi lanjutan.
Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik klinis dalam pemberian
asuhan kebidanan berkelanjutan. Ibu disarankan untuk tetap melakukan pemantauan
kesehatan secara rutin serta menggunakan metode kontrasepsi sesuai dengan
kebutuhan reproduksinya.