Penulis Utama : Ali Fauzi
NIM / NIP : K3220005

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pembuatan wayang rumput tradisional Purbalingga, dan (2) mengidentifikasi makna simbolik yang terkandung dalam wayang rumput tradisional Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi struktural, dan dokumentasi foto, rekaman audio vidio. Informan penelitian terdiri atas pengrajin wayang rumput dan masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan wayang rumput tradisional Purbalingga. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan wayang rumput tradisional Purbalingga dilakukan dengan menggunakan bahan utama berupa rumput gajahan dan menerapkan beberapa teknik anyaman tradisional, yaitu teknik kelabangan, tikaran, sarang laba-laba, dan gedhegan. Proses pembuatan dimulai dari pembentukan bagian hidung, bibir atas, dagu, lingkar kepala, leher, bahu, badan, dan kaki, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan tangan serta aksesoris wayang hingga membentuk tokoh wayang secara utuh. Proses tersebut menunjukkan adanya keterampilan teknis dan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh pengrajin. Makna simbolik wayang rumput tercermin pada material dan teknik anyaman yang digunakan dalam proses pembuatannya. Penggunaan rumput sebagai bahan utama melambangkan kesederhanaan, kreativitas, dan kedekatan masyarakat dengan alam. Sementara itu, teknik kelabangan mengandung makna kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama, teknik tikaran melambangkan wadah kehidupan dan kebersamaan, teknik sarang laba-laba melambangkan kehati-hatian dalam berpikir, berbicara, dan bertindak, sedangkan teknik gedhegan melambangkan batas sosial, sikap saling menghormati, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, wayang rumput tradisional Purbalingga tidak hanya berfungsi sebagai karya kerajinan tradisional, tetapi juga mengandung nilai budaya, filosofi kehidupan, dan identitas masyarakat lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

×
Penulis Utama : Ali Fauzi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K3220005
Tahun : 2026
Judul : MAKNA SIMBOLIK WAYANG RUMPUT PURBALINGGA KARYA BADRIANTO
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. KIP - 2026
Program Studi : S-1 Pendidikan Seni Rupa
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : wayang rumput, wayang suket, proses pembuatan, makna simbolik,budaya lokal.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Nanang Yulianto, S.Pd., M.Ds.
Penguji : 1. Prof. Dr. Slamet Supriyadi, M.Pd
2. Esterica Yunianti, S.Pd., M.Pd.
3. Dr. Nanang Yulianto, S.Pd., M.Ds.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.