Kabupaten Wonosobo memiliki potensi generasi muda yang besar, namun belum didukung oleh fasilitas yang mampu mewadahi pengembangan minat, bakat, keterampilan, serta kolaborasi lintas komunitas secara optimal. Di sisi lain, karakter wilayah yang didominasi lahan berkontur dan memiliki potensi lingkungan yang tinggi menuntut penerapan konsep pembangunan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Oleh karena itu, perencanaan dan perancangan Youth Center sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda dengan pendekatan arsitektur berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo dilakukan sebagai upaya menghadirkan fasilitas publik yang mampu mendukung pengembangan kapasitas generasi muda sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.Metode yang digunakan dalam perancangan meliputi studi literatur, analisis regulasi, analisis kebutuhan ruang, analisis tapak pada skala makro, meso, dan mikro, serta perumusan konsep desain berdasarkan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Analisis tersebut menjadi dasar dalam penyusunan konsep tata massa, sirkulasi, lanskap, struktur, utilitas, serta pengorganisasian ruang yang responsif terhadap kondisi tapak berkontur.Hasil perancangan menghasilkan konsep Youth Center yang menyediakan ruang-ruang kolaboratif, area pembelajaran kreatif, fasilitas pelatihan vokasional, ruang seni, area rekreasi, serta ruang terbuka yang saling terintegrasi. Penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan diwujudkan melalui optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material yang ramah lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, serta penyediaan ruang terbuka yang mendukung interaksi sosial. Konsep tersebut menghasilkan fasilitas publik yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi wadah pemberdayaan generasi muda sekaligus mendukung perkembangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kabupaten Wonosobo.