Penelitian
ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kesesuaian kompetensi siswa prakerin ditinjau dari
penilaian industri, dan (2) mengidentifikasi kompetensi yang diutamakan dan yang
sudah tidak dibutuhkan dari siswa prakerin di industri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain evaluatif.
Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 5 Surakarta dan industri mitra Prakerin
program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Informan ditentukan secara
purposive, meliputi guru produktif TKR dan kepala bengkel mitra industri. Data
dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya
melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi
siswa Prakerin secara umum sudah sesuai dengan kebutuhan industri, terutama
pada kompetensi dasar pekerjaan bengkel. Namun, masih terdapat kesenjangan pada
kemampuan analisis kerusakan, penguasaan teknologi kendaraan modern berbasis
elektronik, adaptasi kerja, dan sikap kerja. Faktor penyebabnya keterbatasan fasilitas
praktik, perkembangan teknologi kendaraan, pengalaman praktik terbatas, dan
penguatan sikap kerja belum optimal. Kompetensi yang paling diutamakan industri
saat ini meliputi sistem kelistrikan, injeksi, teknologi kendaraan modern,
penggunaan alat diagnosis, dan analisis kerusakan. Sementara itu, kompetensi
kendaraan konvensional seperti karburator kurang diprioritaskan karena
perkembangan teknologi injeksi dan sistem kendaraan modern. Oleh karena itu,
diperlukan sinkronisasi kurikulum, peningkatan praktik kerja nyata, pembaruan
teknologi pembelajaran, dan penguatan sikap kerja siswa guna meningkatkan
relevansi kompetensi lulusan.