Besengek tempe benguk merupakan
pangan tradisional khas Kulon Progo yang memiliki potensi nilai gizi dan
fungsional, namun memiliki umur simpan yang relatif singkat karena kandungan
air dan lemak yang tinggi dari penggunaan santan. Kondisi tersebut menyebabkan
produk rentan mengalami kerusakan akibat pertumbuhan mikroorganisme dan
oksidasi lemak, sehingga distribusinya menjadi terbatas. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan metode penyimpanan
terhadap umur simpan besengek tempe benguk serta menentukan kombinasi perlakuan
terbaik dalam mempertahankan mutu produk selama penyimpanan. Penelitian
menggunakan metode Extended Storage Studies (ESS)
dengan tiga jenis kemasan, yaitu polypropylene (PP), Nylon/PE, dan
aluminium foil, yang seluruhnya dikemas secara vakum, dengan tiga metode
penyimpanan, yaitu suhu ruang (23°C), chiller (4°C),
dan freezer (-7°C). Parameter yang diamati meliputi Angka
Lempeng Total (ALT), Angka Kapang dan Khamir (AKK), kadar air, pH, bilangan
peroksida, serta bakteri asam laktat (BAL). Data dianalisis untuk mengetahui
pengaruh perlakuan terhadap mutu produk dan menentukan kombinasi perlakuan
terbaik berdasarkan nilai Estimated Marginal Means (EMM). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa metode penyimpanan memberikan pengaruh yang lebih
besar dibandingkan jenis kemasan terhadap mutu mikrobiologis besengek tempe
benguk (p<0,05). Analisis EMM menunjukkan bahwa penyimpanan suhu beku
menghasilkan nilai ALT terendah pada kemasan aluminium foil (4,357 log CFU/g)
dan nilai AKK terendah pada kemasan Nylon/PE (1,674 log CFU/g). Berdasarkan
Indeks Efektivitas De Garmo, kombinasi suhu beku dan kemasan Nylon/PE merupakan
perlakuan optimum (0,992) dengan estimasi umur simpan kurang dari 21 hari dan
hasil indikator pendukung kadar air (56,48%), Nilai PV (7,4 Meq O2/kg)
dan pH (5,96). Sehingga, dapat diketahui bahwa penggunaan kemasan dengan sifat
penghalang yang baik disertai penyimpanan pada suhu beku efektif dalam
mempertahankan mutu dan memperpanjang umur simpan besengek tempe benguk.