Perkembangan tren hidden gem tourism menunjukkan adanya perubahan preferensi wisatawan terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman autentik, kedekatan dengan alam, serta interaksi dengan budaya lokal. Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi lanskap alam dan budaya yang mendukung pengembangan destinasi wisata tersebut, namun pemanfaatannya masih perlu diarahkan melalui pendekatan perancangan yang mampu mengintegrasikan fungsi akomodasi dengan karakter ekologis dan lokal. Penelitian/perancangan ini bertujuan menghasilkan konsep Hidden Gem Resort di Kulon Progo dengan pendekatan arsitektur biomimikri, khususnya melalui inspirasi ekosistem bambu. Metode yang digunakan berupa metode perancangan arsitektur dengan tahapan identifikasi potensi dan permasalahan tapak, kajian literatur, analisis konteks, studi preseden, sintesis konsep, serta transformasi prinsip biomimikri ke dalam elemen arsitektur. Pendekatan biomimikri diterapkan pada tingkat ekosistem dengan mengadaptasi prinsip hubungan antara bambu, lingkungan, dan sistem ekologisnya ke dalam organisasi ruang, bentuk, struktur, material, serta sistem utilitas. Konsep Hidden Journey digunakan sebagai strategi spasial untuk membentuk pengalaman perjalanan yang bertahap dari area penerimaan menuju fasilitas resort dan unit akomodasi. Hasil perancangan berupa resort yang mengintegrasikan karakter lanskap Kulon Progo, material bambu, struktur adaptif, serta strategi keberlanjutan melalui kemandirian energi, pengelolaan air, dan pengelolaan limbah. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan rancangan resort yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas akomodasi, tetapi juga sebagai pengalaman arsitektural yang merepresentasikan hubungan antara manusia, bambu, dan ekosistem lokal.