Penulis Utama | : | Harles Sitompul |
Penulis Tambahan | : | - |
NIM / NIP | : | S981908007 |
Tahun | : | 2023 |
Judul | : | Perbandingan Efek Atracurium dengan Teknik Priming Dose dan Rocuronium terhadap Hemodinamik Pasca Intubasi |
Edisi | : | |
Imprint | : | Surakarta - Fak. Kedokteran - 2023 |
Kolasi | : | |
Sumber | : | |
Subyek | : | - |
Jenis Dokumen | : | Tesis |
ISSN | : | |
ISBN | : | |
Abstrak | : | Pendahuluan: Pelumpuh otot berperan penting untuk relaksasi plika vokalis dan mencegah respon hemodinamik yang merugikan seperti takikardia, aritmia, hipertensi pasca intubasi endotrakea pada rapid sequence induction. Rocuronium merupakan pelumpuh otot pilihan pada RSI dan Atracurium dapat dijadikan alternatif dengan mempercepat onset teknik priming. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai relaksasi plika vokalis dan membandingkan perubahan hemodinamik pasca intubasi antara pemberian Rocuronium dan Atracurium teknik priming dose intravena sebagai pelumpuh otot pada rapid sequence induction. Metode: 32 pasien dengan status fisik American Society of Anesthesiologists (ASA) I atau II yang menjalani operasi elektif secara acak ditempatkan secara double-blinded pada salah satu dari dua kelompok : Kelompok A, pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakea metode RSI yang mendapatkan obat priming atracurium dosis 0,1 mg/kgbb pada 4 menit sebelum diberikan atracurium dosis intubasi 0.5 mg/kgbb bolus intravena. Kelompok R, pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakea metode RSI yang mendapatkan obat Rocuronium 1 mg/kgbb bolus intravena tanpa didahului pemberian priming dose. Masing masing kelompok terdiri dari 16 subyek. Hasil: Posisi plika vokalis kelompok A kategori semi open 87.5% sedangkan kelompok R ketegori Open 81.3%, nilai p=<0 p=0.670, p=0.292, p=0.204>0.05) menunjukan perbedaan yang tidak signifikan. Perbandingan perubahan denyut jantung pada saat pretest, posttest menit ke-1, dan posttest menit ke-5 mendapatkan nilai p=0.595, p=0.823, dan p=0.561 (p>0.05), juga menunjukan perbedaan yang tidak signifikan. Kesimpulan: Perbandingan hemodinamik Atracurium dengan teknik priming dose dan Rocuronium pada RSI menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan sehingga Atracurium dapat dijadikan alternatif obat dalam mencegah gejolak hemodinamik berupa tekanan darah sistolik dan gejolak denyut jantung pasca intubasi |
File Dokumen Tugas Akhir | : |
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. Halaman Cover.pdf BAB I Pendahuluan.pdf BAB II Tinjauan Pustaka.pdf BAB III Metode Penelitian.pdf BAB IV Hasil Penelitian.pdf BAB V Kesimpulan dan Saran.pdf Daftar Pustaka.pdf Lampiran.pdf |
File Dokumen Karya Dosen | : | - |
Status | : | Public |
Pembimbing | : |
1. dr. Sugeng Budi Santosa, SpAn-KMN 2. Dr. dr. Purwoko Sp.An, KAKV, KAO |
Catatan Umum | : | |
Fakultas | : | Fak. Kedokteran |