Penulis Utama : Ringgana Wandy W
NIM / NIP : S252008014
×

Kota adalah ruang spasial yang menjadi tempat hidup dari warga kota yang ada. Kota memili banyak sekali kelompok individu yang berkumpul dan menjalin interaksi satu dengan yang lainnya dengan mendalkan hubungan sosial yang ada. Sebagai ruang sosial kota adalah tempat beraktivitas manusia yang ada di dalamnya. Perspektif itulah yang menjelaskan ruang sosial akan menciptakan konflik, konsensus, negosiasi, atau konsolidasi yang ada di dalam masyarakartya. Hal ini lah yang dapat menjelaskan keterhubungan berbagai aktor yang ada di dalam kota dalam pembentukan kota itu sendiri. Mereka yang ada di dalam kota memiliki hak yang sama satu dengan yang lainnya termasuk kelompok difabel yang ada di dlam kota. Mereka ada di dalam kota dan memiliki hak yang sama juga untuk dapat merasakan segala sesuatu yang disediakan di dalam kota itu sendiri. Kesulitan dalam mengakses kota masih dirasakan oleh kelompok difabel yang ada di dalam kota Surakarta ini. Adanya kelimpok difabel membuat banyak gerakan yang ada di kota surakarta ini. Mereka berkumpul dan mendorong berbagai hal untuk menciptakan ruang yang ramah difabel difabel di dalam kota. Tujuan dari Penelitian yang dilakukan ini adalah untuk dapat menerjemahkan banyak hal yang dilakukan oleh kelompok difabel dalam memperjuangkan hak atas kota di Kota Surakarta ini. Selanjutnya adalah melihat banyak hal yang dilakukan atau cara yang dilakukan oleh kelompok difabel dalam menciptakan kota yang ramah disabilitas dan inklusi. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah Kelompok Difabel yang ada di kota Surakarta melakukan gerakan seperti advokasi dan bernegosiasi dengan pemerintahan dan berhasil untuk dapat ikut masuk menuangkan ide mereka di dalam kota untuk pembentukan kota Surakarta yang ramah disabilitas dan inklusi. Selanjutnya cara yang mereka lakukan adalah dengan berkonsolidasi satu dengan yang lainnya untuk dapat menciptakan ruang-ruang sipil yang aktif dan kuat dalam membahas isu-isu mereka di dalam kota itu sendiri. Mereka berhasil mendorong kota untuk terus menuju kota yang inklusi dan ramah akan disabilitas. Kota Surakarta yang menjadi kota rahabilitasi dan ramah disabilitas terbesar di Asia Tenggara ini dicoba kebenarannya dalam pembentukan kota yang tidak hanya nama saja namun dijalani secara nyata.

 

×
Penulis Utama : Ringgana Wandy W
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S252008014
Tahun : 2023
Judul : Menyelisik Hak Atas Kota dan Kontestasi Ruang Kota Pada Masyarakat Difabel di Kota Surakarta.
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2023
Program Studi : S-2 Sosiologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Kota, Difabel, Hak Atas Kota
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://ijersc.org/index.php/go/article/view/611/576
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Trisni Utami, M.Si
2. Dr. Akhmad Ramdhon, S. Sos., M.A.
Penguji : 1. Dr. Argyo Demartoto, M.Si.
2. Dr. Yuyun Sunesti, G. D. Soc., M. A.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.