Salah satu kemampuan manusia untuk memahami dan berempati
satu sama lain adalah dengan interaksi sosial menggunakan komunikasi verbal.
Berhubungan dengan lingkup komunikasi, Keluarga merupakan kesatuan terkecil
dalam masyarakat tetapi menempati kedudukan yang sangat penting. Oleh sebab,
itu keluarga mempunyai peranan yang besar dalam mempengaruhi kehidupan seorang
anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Anak-anak usia
prasekolah seringkali kesulitan dalam mengungkapkan emosi mereka secara verbal.
Hal ini dapat disebabkan oleh keterbatasan kemampuan bahasa dan kosakata
mereka, serta kurangnya pengalaman dalam mengenali dan mengungkapkan emosi yang
mereka alami. Akibatnya, mereka mungkin merasa frustasi, cemas, atau bahkan
marah karena mereka tidak dapat mengungkapkan perasaan mereka dengan
tepat.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara merancang konsep dan
strategi buku cerita ilustrasi tentang ekspresi emosional anak usia prasekolah
dan cara merancang media pendukung untuk menunjang media utama. Pendekatan
kominikasi visual digunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan target anak
usia prasekolah. Data penelitian diambil lewat penyebaran kuisioner online,
wawancara mendalam, dan wawancara ahli dengan psikolog anak. Hasil dari
penelitian ini adalah anak usia prasekolah belim mampu mengomunikasikan emosi
dengan baik, dan perlu bimbingan dari orangtua dan guru. Anak prasekolah juga
lebih menyukai karakter hewan dan tulisan yang besar dalam buku ilustrasi yang
mereka baca. Riset ini menghasilkan buku cerita ilustrasi anak tentang ekpresi
emosional anak usia prasekolah, dan media pendukung berupa x-banner, kartu
pengenalan emosi, iklan media social, sticker set dan poster.